Hukum Kekekalan Momentum

Revisi sejak 29 Oktober 2025 00.02 oleh Budi (bicara | kontrib) (Batch created by Azure OpenAI)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Hukum kekekalan momentum adalah prinsip fundamental dalam mekanika yang menyatakan bahwa total momentum suatu sistem tertutup tidak berubah, kecuali jika ada gaya eksternal yang bekerja pada sistem tersebut. Momentum adalah hasil kali massa suatu benda dengan kecepatan vektornya.

Pengertian Momentum

Momentum (p) didefinisikan sebagai: p=mv, dengan m adalah massa dan \(\mathbf{v}\) adalah kecepatan. Momentum merupakan besaran vektor, sehingga memiliki arah dan besar. Satuan momentum dalam SI adalah kg·m/s.

Pernyataan Hukum Kekekalan Momentum

Hukum ini menyatakan bahwa dalam sistem tertutup (tanpa gaya eksternal), jumlah momentum sebelum dan sesudah suatu peristiwa, seperti tumbukan, adalah sama: psebelum=psesudah. Prinsip ini berlaku baik untuk momentum linear maupun momentum sudut.

Jenis-jenis Tumbukan

  1. Tumbukan lenting sempurna (energi kinetik total kekal)
  2. Tumbukan lenting sebagian
  3. Tumbukan tidak lenting sama sekali (energi kinetik tidak kekal, benda menyatu)
  4. Tumbukan dua dimensi
  5. Tumbukan tiga dimensi

Contoh Penerapan

Dalam permainan biliar, ketika bola putih menumbuk bola lainnya, momentum total sistem bola sebelum dan sesudah tumbukan tetap sama jika diabaikan gesekan meja. Prinsip ini juga berlaku pada interaksi partikel subatom di fisika partikel.

Hubungan dengan Hukum Newton

Hukum kekekalan momentum dapat diturunkan dari Hukum II Newton dan Hukum III Newton. Gaya internal dalam sistem saling menghilangkan, sehingga perubahan momentum total hanya disebabkan oleh gaya eksternal.

Aspek Matematika

Dalam sistem dua benda, hukum kekekalan momentum dapat ditulis sebagai: m1v1i+m2v2i=m1v1f+m2v2f, dengan indeks i menunjukkan keadaan awal dan f menunjukkan keadaan akhir. Persamaan ini sering digunakan dalam analisis tumbukan elastis dan inelastis.

Sejarah dan Pengembangan

Konsep momentum telah dikenal sejak zaman Galileo Galilei dan kemudian diformalkan oleh Isaac Newton dalam Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica. Seiring waktu, konsep ini dikembangkan dalam kerangka mekanika kuantum dan relativitas.

Pentingnya dalam Fisika Modern

Hukum kekekalan momentum digunakan dalam berbagai bidang seperti astronomi untuk mempelajari gerak planet, rekayasa untuk analisis sistem mekanis, serta fisika nuklir untuk memahami reaksi inti. Prinsip ini juga penting dalam perancangan sistem propulsi roket, di mana momentum gas buang menghasilkan gerakan maju.

Fenomena Khusus

Dalam mekanika relativistik, momentum didefinisikan dengan mempertimbangkan faktor Lorentz: p=γmv, dengan \(\gamma\) adalah faktor relativistik. Hal ini memastikan bahwa hukum kekekalan momentum tetap berlaku bahkan pada kecepatan mendekati kecepatan cahaya.