Meskipun analisis fundamental merupakan alat penting dalam pengambilan keputusan investasi, metode ini juga memiliki keterbatasan. Investor harus memahami keterbatasan ini agar dapat menggunakan analisis fundamental secara bijak dan tidak sepenuhnya bergantung pada hasil analisis semata.
Ketergantungan pada Data Historis
Analisis fundamental banyak mengandalkan data historis perusahaan, seperti laporan keuangan dan tren pertumbuhan. Namun, data masa lalu belum tentu mencerminkan kondisi masa depan, terutama jika terjadi perubahan signifikan dalam industri atau ekonomi.
Subjektivitas dalam Proyeksi
Perkiraan pertumbuhan dan nilai intrinsik sering kali didasarkan pada asumsi dan proyeksi yang subjektif. Hal ini membuat hasil analisis dapat berbeda antara satu analis dengan analis lainnya.
Respons Terhadap Berita dan Sentimen Pasar
Selain itu, analisis fundamental tidak selalu mampu memperhitungkan pengaruh sentimen pasar, berita mendadak, atau peristiwa politik yang dapat mempengaruhi harga saham secara tiba-tiba. Oleh karena itu, kombinasi dengan analisis teknikal seringkali diperlukan untuk mengantisipasi pergerakan harga jangka pendek.