Perbandingan ASCII dengan Unicode

Revisi sejak 31 Juli 2025 21.51 oleh Budi (bicara | kontrib) (Batch created by Azure OpenAI)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Meskipun ASCII telah menjadi standar pengkodean karakter selama beberapa dekade, pertumbuhan kebutuhan akan representasi karakter internasional memunculkan sistem baru seperti Unicode. ASCII dan Unicode memiliki tujuan yang sama, yaitu merepresentasikan karakter dalam bentuk digital, namun keduanya memiliki perbedaan mendasar dalam cakupan dan cara kerja.

Keterbatasan ASCII

ASCII hanya mampu mewakili 128 karakter, yang mencakup huruf, angka, simbol, dan beberapa karakter kontrol. Keterbatasan ini membuat ASCII tidak dapat mengakomodasi berbagai aksara dunia seperti huruf Arab, Kanji, dan simbol khusus lainnya.

Keunggulan Unicode

Unicode dirancang untuk mengatasi keterbatasan ASCII dengan menyediakan jutaan kode untuk karakter dari berbagai bahasa dan simbol di dunia. Unicode kompatibel dengan ASCII pada 128 karakter pertama, sehingga mendukung backward compatibility.

Penggunaan Saat Ini

Pada era modern, Unicode lebih banyak digunakan dalam aplikasi global seperti web dan perangkat lunak. Namun, ASCII tetap digunakan dalam konteks tertentu yang hanya membutuhkan representasi karakter bahasa Inggris dan simbol dasar.