Sutura merupakan prosedur yang umum dilakukan dalam penanganan luka dan operasi, namun tidak lepas dari risiko komplikasi. Komplikasi dapat terjadi akibat faktor teknis, kondisi pasien, atau jenis benang yang digunakan.
Infeksi Luka
Salah satu komplikasi yang paling sering terjadi adalah infeksi pada area jahitan. Infeksi dapat disebabkan oleh kurangnya sterilisasi, penggunaan benang yang tidak tepat, atau perawatan luka yang tidak optimal. Gejalanya meliputi kemerahan, bengkak, dan nanah di sekitar luka.
Dehiscence dan Keloid
Dehiscence adalah kondisi di mana luka terbuka kembali setelah dijahit. Faktor risiko meliputi tarikan berlebihan pada benang atau jaringan yang rapuh. Selain itu, munculnya keloid, yaitu jaringan parut yang berlebihan, juga menjadi komplikasi yang sering dikeluhkan pasien.
Pencegahan dan Penanganan Komplikasi
Pencegahan komplikasi dilakukan dengan teknik sutura yang benar, pemilihan benang yang sesuai, dan perawatan luka yang baik. Jika komplikasi muncul, tindakan medis lanjutan seperti penggantian benang atau pemberian antibiotik mungkin diperlukan.