Sklereid: Struktur dan Fungsi

Revision as of 20:29, 30 July 2025 by Budi (talk | contribs) (Batch created by Azure OpenAI)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

Sklereid merupakan salah satu jenis sel penyusun jaringan penyokong pada tumbuhan, yang berperan penting dalam memberikan kekuatan dan ketahanan mekanis. Sel-sel ini memiliki dinding sekunder yang tebal dan keras karena mengandung lignin. Sklereid sering ditemukan tersebar di berbagai jaringan tumbuhan, dan bentuknya sangat bervariasi tergantung jenis dan fungsinya.

Ciri-ciri Sklereid

Sklereid memiliki bentuk yang tidak teratur dengan dinding sel yang sangat tebal, sehingga seringkali tampak berlubang-lubang atau bercabang. Dinding sel yang tebal ini membuat sklereid sangat kuat dan keras, sehingga mampu melindungi bagian tumbuhan dari tekanan atau serangan luar. Selain itu, sitoplasma pada sklereid umumnya sudah tidak aktif atau bahkan mati ketika sel telah dewasa.

Fungsi Sklereid dalam Tumbuhan

Fungsi utama sklereid adalah sebagai penopang struktur tumbuhan. Sklereid membantu memperkuat jaringan lunak, seperti pada buah pir yang memberikan tekstur "berpasir" karena adanya kelompok sklereid di dalamnya. Selain itu, sklereid juga berperan dalam melindungi biji dan organ reproduktif dari gangguan fisik.

Persebaran Sklereid pada Tumbuhan

Sklereid dapat ditemukan di berbagai bagian tumbuhan, seperti kulit buah, daun, batang, dan biji. Keunikan distribusi ini membuat sklereid memiliki peran penting dalam adaptasi tumbuhan terhadap lingkungan. Contoh spesifik adalah sklereid yang terdapat pada biji kacang dan kulit buah kenari.