Adaptasi mata terhadap perubahan tingkat cahaya sangat bergantung pada mekanisme kerja rodopsin dalam sel batang retina. Ketika seseorang berpindah dari lingkungan terang ke gelap, sensitivitas mata terhadap cahaya secara bertahap meningkat. Rodopsin memainkan peran utama dalam proses adaptasi ini agar penglihatan tetap optimal di berbagai kondisi pencahayaan.
Adaptasi Gelap
Selama adaptasi gelap, rodopsin yang sebelumnya terurai akibat cahaya mulai diregenerasi. Proses ini membutuhkan waktu, sehingga pada awalnya penglihatan di tempat gelap terasa buram. Setelah beberapa menit, konsentrasi rodopsin kembali meningkat dan mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya.
Adaptasi Terang
Sebaliknya, ketika terkena cahaya terang, rodopsin akan "terpecah" (bleaching) sehingga mengurangi sensitivitas sel batang terhadap cahaya. Proses ini membantu mencegah kelebihan stimulasi pada retina. Adaptasi terang berlangsung lebih cepat dibanding adaptasi gelap karena proses "pemutihan" rodopsin terjadi secara instan.
Implikasi Klinis dan Fisiologis
Gangguan pada proses adaptasi ini dapat menyebabkan kondisi seperti kebutaan malam atau fotofobia. Oleh karena itu, fungsi rodopsin sangat penting untuk kemampuan adaptasi mata terhadap perubahan lingkungan pencahayaan.