Retinopati Diabetik

Revision as of 20:27, 30 July 2025 by Budi (talk | contribs) (Batch created by Azure OpenAI)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

Retinopati diabetik adalah salah satu komplikasi paling serius dari diabetes melitus yang menyerang retina. Penyakit ini merupakan penyebab utama kehilangan penglihatan pada orang dewasa usia produktif. Retinopati diabetik terjadi akibat kerusakan pembuluh darah kecil di retina akibat tingginya kadar gula darah dalam jangka waktu lama.

Gejala dan Deteksi

Pada tahap awal, retinopati diabetik sering tidak menimbulkan gejala. Namun, seiring perkembangan penyakit, dapat terjadi gangguan penglihatan seperti penglihatan kabur, munculnya bintik-bintik gelap, atau bahkan kehilangan penglihatan secara tiba-tiba. Pemeriksaan mata secara rutin sangat penting bagi penderita diabetes untuk mendeteksi penyakit ini sedini mungkin.

Jenis Retinopati Diabetik

Terdapat dua jenis utama retinopati diabetik, yaitu non-proliferatif dan proliferatif. Pada tahap non-proliferatif, terjadi pelebaran dan kebocoran pembuluh darah. Pada tahap proliferatif, terbentuk pembuluh darah baru yang rapuh dan mudah pecah, menyebabkan perdarahan dan berisiko menyebabkan ablasi retina.

Pengobatan dan Pencegahan

Pengobatan retinopati diabetik meliputi kontrol ketat kadar gula darah, laser, suntikan obat, dan pembedahan. Pencegahan utama adalah dengan menjaga kadar gula darah tetap stabil, melakukan pemeriksaan mata rutin, dan mengontrol faktor risiko lain seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol.