Polimorfisme dalam Farmakogenomik

Revision as of 20:21, 30 July 2025 by Budi (talk | contribs) (Batch created by Azure OpenAI)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

Dalam bidang farmakogenomik, polimorfisme genetik menjadi kunci untuk memahami variasi respons individu terhadap obat. Polimorfisme pada gen yang mengatur metabolisme obat dapat menyebabkan perbedaan dalam efektivitas dan toksisitas pengobatan.

Polimorfisme Enzim Metabolisme Obat

Enzim seperti CYP450 sering mengalami polimorfisme, yang memengaruhi kecepatan metabolisme obat dalam tubuh. Variasi ini dapat menyebabkan efek samping atau kegagalan terapi pada beberapa individu.

Aplikasi dalam Pengobatan Presisi

Dengan mempelajari polimorfisme genetik, dokter dapat memberikan terapi individual, menyesuaikan dosis, dan memilih obat yang paling aman dan efektif bagi pasien.

Tantangan dan Prospek

Meskipun farmakogenomik menawarkan banyak manfaat, tantangan seperti biaya dan ketersediaan teknologi masih menjadi hambatan. Namun, perkembangan teknologi genomik akan terus meningkatkan peran polimorfisme dalam praktik klinis.