Nekrosis pada Organ Tubuh

Revisi sejak 30 Juli 2025 20.08 oleh Budi (bicara | kontrib) (Batch created by Azure OpenAI)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Nekrosis dapat terjadi pada hampir semua organ tubuh, tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan cedera yang dialami. Setiap organ memiliki respon yang berbeda terhadap proses kematian sel yang terjadi secara patologis. Pemahaman tentang nekrosis pada organ tertentu penting untuk menentukan strategi pengobatan yang sesuai.

Nekrosis pada Jantung

Pada jantung, nekrosis umumnya terjadi akibat infark miokard karena penyumbatan arteri koroner. Hal ini menyebabkan kematian jaringan otot jantung yang bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Nekrosis pada Otak

Nekrosis pada otak biasanya disebabkan oleh stroke atau cedera kepala. Jaringan otak sangat sensitif terhadap kekurangan oksigen sehingga nekrosis dapat terjadi dalam waktu singkat setelah terjadinya gangguan aliran darah.

Nekrosis pada Hati dan Ginjal

Hati dan ginjal juga rentan terhadap nekrosis, terutama akibat infeksi, racun, atau gangguan sirkulasi. Nekrosis pada organ-organ ini dapat menyebabkan gangguan metabolisme dan fungsi ekskresi tubuh.