Mikrotubulus merupakan target utama berbagai obat, terutama dalam terapi kanker. Penghambatan dinamika mikrotubulus dapat mengganggu pembelahan sel, sehingga efektif dalam menghentikan proliferasi sel kanker.
Obat Stabilizer dan Destabilizer
Obat seperti paklitaksel (Taxol) bekerja dengan menstabilkan mikrotubulus sehingga tidak dapat mengalami depolimerisasi saat mitosis. Sebaliknya, vinblastin dan kolkisin mengganggu polimerisasi mikrotubulus, menyebabkan sel gagal membentuk spindel mitotik.
Mekanisme Kerja Obat
Dengan mengganggu fungsi mikrotubulus, obat-obatan ini menyebabkan apoptosis pada sel yang membelah dengan cepat, seperti sel kanker. Namun, efek samping dapat terjadi pada sel normal yang juga membutuhkan mikrotubulus untuk pembelahan.
Pengembangan Terapi Baru
Penelitian terus dilakukan untuk mengembangkan obat-obatan yang lebih spesifik menargetkan mikrotubulus, sehingga efek samping pada sistem saraf dan jaringan sehat dapat dikurangi.