Rumput laut memiliki peranan penting dalam budaya dan kuliner negara-negara Asia. Sejak ribuan tahun lalu, berbagai jenis rumput laut telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi makanan, upacara adat, hingga pengobatan tradisional di kawasan Asia Timur dan Tenggara. Selain bernilai gizi tinggi, rumput laut juga melambangkan keberuntungan dan kesehatan dalam beberapa budaya.
Penggunaan Rumput Laut dalam Kuliner
Di Jepang, rumput laut seperti nori, kombu, dan wakame sering digunakan dalam pembuatan sushi, sup miso, dan berbagai hidangan tradisional. Di Korea, rumput laut adalah bahan utama dalam sup miyeok-guk yang biasanya dikonsumsi saat ulang tahun. Tiongkok juga memiliki tradisi mengonsumsi rumput laut dalam bentuk sup dan salad.
Nilai Budaya dan Simbolik
Rumput laut dalam beberapa budaya Asia dianggap sebagai simbol panjang umur, kesehatan, dan kemakmuran. Di Jepang, misalnya, konsumsi sup rumput laut pada hari-hari khusus diyakini akan membawa keberuntungan. Tradisi ini menjadi bagian dari identitas budaya yang diwariskan turun-temurun.
Penyebaran Kuliner Berbasis Rumput Laut
Dengan semakin populernya masakan Asia secara global, aneka olahan rumput laut kini dapat ditemukan di berbagai negara di luar Asia. Restoran-restoran internasional banyak menyajikan sushi, salad, dan camilan berbahan dasar rumput laut, sehingga memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner Asia kepada masyarakat dunia.