Transplantasi Kornea

Revision as of 19:52, 30 July 2025 by Budi (talk | contribs) (Batch created by Azure OpenAI)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

Transplantasi kornea adalah prosedur bedah untuk mengganti bagian kornea yang rusak atau buram dengan jaringan kornea sehat dari donor. Prosedur ini menjadi harapan bagi banyak penderita gangguan penglihatan akibat penyakit kornea yang sudah tidak dapat diatasi dengan terapi medis biasa. Transplantasi kornea telah menjadi salah satu teknik paling sukses dalam dunia transplantasi organ.

Indikasi Transplantasi Kornea

Prosedur ini umumnya dilakukan pada pasien dengan kerusakan kornea yang menyebabkan kebutaan, seperti akibat ulkus kornea, distrofi kornea, atau keratokonus. Selain itu, jaringan kornea donor juga diperlukan untuk mengatasi komplikasi pasca trauma atau infeksi berat.

Prosedur dan Jenis Transplantasi

Terdapat beberapa jenis transplantasi kornea, di antaranya keratoplasti penetrasi (penggantian penuh) dan keratoplasti lamelar (penggantian sebagian). Pemilihan jenis tindakan bergantung pada tingkat kerusakan kornea. Prosedur dilakukan dengan anestesi lokal atau umum dan membutuhkan perawatan khusus pasca operasi.

Prognosis dan Komplikasi

Sebagian besar pasien mengalami perbaikan penglihatan yang signifikan setelah transplantasi kornea. Namun, risiko komplikasi tetap ada seperti penolakan jaringan, infeksi, dan astigmatisme. Pemantauan rutin oleh dokter mata sangat penting untuk keberhasilan jangka panjang.