Studi mengenai kemotropisme sering dilakukan di laboratorium untuk mengetahui mekanisme dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Eksperimen ini biasanya melibatkan pengamatan pertumbuhan akar atau tabung serbuk sari dalam kondisi terkontrol.
Desain Eksperimen
Dalam percobaan kemotropisme, tumbuhan diletakkan pada media yang mengandung gradien zat kimia tertentu. Peneliti kemudian mengamati arah pertumbuhan organ tumbuhan terhadap sumber zat kimia tersebut. Petri dish dan medium agar sering digunakan dalam eksperimen ini.
Parameter yang Diamati
Beberapa parameter utama yang diamati meliputi kecepatan pertumbuhan, arah pertumbuhan, dan perubahan morfologi organ tumbuhan. Selain itu, pengukuran kadar hormon tumbuhan seperti auksin juga dilakukan.
Implikasi Ilmiah
Eksperimen kemotropisme membantu ilmuwan memahami lebih dalam tentang fisiologi tumbuhan dan interaksi antara tumbuhan dengan lingkungan kimianya. Pengetahuan ini sangat berguna dalam bidang bioteknologi dan pertanian modern.