Mekanisme Kemotaksis pada Bakteri

Revision as of 19:50, 30 July 2025 by Budi (talk | contribs) (Batch created by Azure OpenAI)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

Bakteri merupakan salah satu organisme yang paling banyak diteliti dalam konteks kemotaksis. Kemampuan mereka untuk bergerak secara terarah berdasarkan rangsangan kimia sangat penting untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan koloni.

Sensor Kimia dan Sinyal Sel

Pada permukaan sel bakteri terdapat reseptor khusus yang disebut chemoreceptor atau reseptor kimia. Reseptor ini mampu mendeteksi gradien zat kimia di lingkungan sekitarnya dan mengirimkan sinyal ke dalam sel.

Pengendalian Gerakan Flagela

Sinyal kimia yang diterima oleh chemoreceptor diteruskan ke sistem pensinyalan intraseluler, salah satunya melalui protein CheY. Sistem ini mengatur gerakan flagela bakteri, yang memungkinkan bakteri berenang menuju atau menjauhi sumber zat kimia.

Studi Kemotaksis pada Bakteri Model

Salah satu bakteri model yang sering dipelajari adalah Escherichia coli. Penelitian tentang kemotaksis pada E. coli telah memberikan banyak wawasan tentang bagaimana sistem pensinyalan kimia bekerja pada tingkat molekuler.