Gangguan dan Penyakit pada Kambium

Revision as of 19:49, 30 July 2025 by Budi (talk | contribs) (Batch created by Azure OpenAI)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

Kambium adalah jaringan vital yang sangat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Namun, keberadaan kambium juga dapat terganggu oleh berbagai faktor lingkungan maupun serangan organisme patogen, yang akhirnya berpengaruh pada pertumbuhan sekunder.

Penyakit yang Menyerang Kambium

Beberapa jenis jamur, bakteri, dan virus tumbuhan dapat menyerang kambium dan menghambat aktivitasnya. Serangan ini biasanya menyebabkan pertumbuhan batang terhambat, munculnya benjolan, atau bahkan kematian jaringan.

Gangguan Fisik dan Lingkungan

Kerusakan fisik akibat luka, pemotongan, atau tekanan mekanis berlebih juga dapat merusak kambium. Selain itu, kondisi lingkungan ekstrem seperti kekeringan atau suhu rendah dapat menurunkan aktivitas kambium secara drastis.

Dampak Kerusakan Kambium

Kerusakan pada kambium menyebabkan tumbuhan tidak mampu melakukan penebalan sekunder, sehingga batang dan akar menjadi rentan terhadap kerusakan dan penyakit. Oleh karena itu, menjaga kesehatan kambium sangat penting untuk keberlanjutan hidup tumbuhan.