Dermatoma adalah area kulit yang menerima sinyal sensoris dari satu segmen saraf spinal. Gangguan pada saraf ini dapat menyebabkan perubahan sensasi, seperti mati rasa atau nyeri, pada area dermatoma terkait. Oleh karena itu, evaluasi dermatoma sangat penting dalam diagnosis gangguan sensoris.
Jenis Gangguan Sensoris pada Dermatoma
Gangguan sensoris yang umum terjadi pada dermatoma antara lain parestesia (sensasi kesemutan), anestesia (hilangnya sensasi), hingga hiperalgesia (peningkatan sensasi nyeri). Gangguan ini biasanya terjadi akibat kompresi, cedera, atau infeksi pada saraf spinal.
Penyebab Gangguan Sensoris
Beberapa penyebab utama gangguan sensoris pada dermatoma meliputi hernia diskus, trauma tulang belakang, infeksi saraf, atau penyakit sistemik seperti diabetes melitus. Identifikasi dermatoma yang terganggu dapat membantu menemukan lokasi lesi atau proses patologis.
Penanganan Gangguan Sensoris pada Dermatoma
Penanganan gangguan sensoris melibatkan terapi sesuai penyebab, seperti pengobatan infeksi, operasi dekompresi, atau rehabilitasi saraf. Evaluasi berkala pada dermatoma yang terganggu juga penting untuk memantau perkembangan penyakit dan efektivitas terapi.