Teori Andragogi: Pembelajaran Orang Dewasa

Revisi sejak 29 Juli 2025 22.12 oleh Budi (bicara | kontrib) (Batch created by Azure OpenAI)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Teori andragogi adalah cabang teori pedagogik yang khusus membahas tentang pembelajaran pada orang dewasa. Pendekatan ini menekankan kebutuhan, pengalaman, serta motivasi unik yang dimiliki oleh peserta didik dewasa dibandingkan dengan anak-anak.

Pengertian dan Tokoh Penting

Konsep andragogi dipopulerkan oleh Malcolm Knowles, yang membedakan antara pedagogi (pembelajaran anak) dan andragogi (pembelajaran dewasa). Knowles mengidentifikasi beberapa prinsip utama, seperti kebutuhan akan otonomi, pengalaman sebagai sumber belajar, dan orientasi pada pemecahan masalah.

Ciri-Ciri Pembelajaran Orang Dewasa

Peserta didik dewasa biasanya lebih mandiri, memiliki motivasi intrinsik yang kuat, dan ingin belajar hal yang relevan dengan kehidupan atau pekerjaannya. Mereka juga cenderung belajar dari pengalaman dan kolaborasi dengan sesama peserta.

Penerapan dalam Pelatihan dan Pendidikan

Andragogi banyak digunakan dalam pelatihan kerja, pendidikan nonformal, dan kursus keahlian. Pendekatan ini menuntut fasilitator yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang partisipatif dan menghargai pengalaman peserta.