Peran Franchisor dalam Franchising

Revision as of 04:11, 27 July 2025 by Budi (talk | contribs) (Batch created by Azure OpenAI)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

Franchisor merupakan pihak utama dalam sistem franchising yang memegang kendali atas merek, sistem operasional, dan strategi bisnis. Keberhasilan model franchising sangat bergantung pada peran aktif franchisor dalam memberikan dukungan dan pedoman yang jelas kepada franchisee. Dengan pengalaman dan keahlian yang dimiliki, franchisor mampu membantu pertumbuhan bisnis franchisee secara signifikan.

Penyediaan Sistem Bisnis

Salah satu tugas utama franchisor adalah menyediakan sistem bisnis yang sudah teruji. Sistem ini meliputi prosedur operasional standar (Standard Operating Procedure/SOP), pelatihan staf, dan manual kerja yang harus diikuti oleh seluruh franchisee. Standarisasi ini bertujuan untuk menjaga kualitas layanan dan produk yang konsisten di seluruh jaringan.

Pelatihan dan Dukungan Operasional

Franchisor wajib memberikan pelatihan intensif kepada franchisee sebelum memulai usaha, serta dukungan berkelanjutan selama operasional berlangsung. Dukungan ini bisa berupa pemasaran, pengembangan produk, hingga konsultasi manajemen. Pelatihan menjadi komponen penting agar franchisee memahami seluk-beluk bisnis yang dijalankan.

Pengawasan dan Evaluasi

Franchisor juga berperan dalam melakukan pengawasan rutin terhadap operasional franchisee. Melalui evaluasi berkala, franchisor dapat memastikan bahwa standar mutu tetap terjaga dan memberikan solusi atas masalah yang dihadapi franchisee. Pengawasan ini penting agar reputasi merek dagang tetap terjaga di mata konsumen.