Neuromarketing

Revision as of 04:08, 27 July 2025 by Budi (talk | contribs) (Batch created by Azure OpenAI)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

Neuromarketing adalah cabang interdisipliner yang menggabungkan ilmu neurosains dengan pemasaran untuk memahami bagaimana otak manusia merespons rangsangan pemasaran. Dengan memanfaatkan teknologi seperti fMRI, EEG, dan pelacakan mata, neuromarketing memungkinkan perusahaan untuk mengetahui preferensi konsumen secara lebih mendalam. Pendekatan ini semakin populer di era digital, karena perusahaan berlomba-lomba memahami perilaku pembelian konsumen.

Konsep Dasar

Neuromarketing berfokus pada pengukuran aktivitas otak saat konsumen terpapar iklan, kemasan produk, atau pengalaman merek. Tujuannya adalah mengidentifikasi emosi dan respons bawah sadar yang tidak selalu terungkap melalui survei tradisional.

Teknologi yang Digunakan

Teknologi utama dalam neuromarketing meliputi Magnetic Resonance Imaging (MRI) fungsional, Electroencephalography, serta pelacak gerak mata. Alat-alat ini membantu peneliti mengamati bagian otak yang aktif saat konsumen berinteraksi dengan stimulus pemasaran.

Aplikasi dalam Bisnis

Perusahaan menggunakan hasil riset neuromarketing untuk menyempurnakan desain produk, pesan iklan, dan strategi pemasaran. Dengan memahami motivasi bawah sadar konsumen, perusahaan dapat menciptakan kampanye yang lebih efektif dan meningkatkan loyalitas merek.