White Box Testing merupakan metode pengujian perangkat lunak yang fokus pada struktur internal dari suatu aplikasi. Pengujian ini juga dikenal sebagai clear box testing, structural testing, atau code-based testing. Berbeda dengan Black Box Testing, white box testing memerlukan pemahaman mendalam terhadap kode sumber aplikasi yang diuji. Penguji harus mampu memahami logika, struktur, dan alur program secara menyeluruh untuk menemukan bug atau kelemahan dalam aplikasi.

Konsep Dasar

White box testing secara prinsip menguji jalur logika, pernyataan, cabang, dan kondisi dalam kode program. Pengujian dilakukan dengan memanfaatkan pengetahuan tentang struktur internal aplikasi, sehingga penguji dapat merancang kasus uji yang spesifik sesuai kebutuhan. Hal ini memungkinkan ditemukan bug yang tidak terdeteksi dengan metode pengujian lainnya.

Keunggulan White Box Testing

Salah satu keunggulan utama white box testing adalah kemampuannya dalam mendeteksi kesalahan logika dan kekurangan dalam implementasi algoritma. Selain itu, metode ini dapat digunakan untuk mengukur seberapa baik aplikasi telah diuji melalui analisis Code Coverage.

Keterbatasan

Namun, white box testing juga memiliki kekurangan, seperti membutuhkan waktu dan sumber daya yang lebih banyak karena pengujian dilakukan sampai ke level kode. Diperlukan pula keterampilan teknis yang tinggi dari penguji agar dapat memahami dan menganalisis kode secara efektif.