Teori logiston merupakan salah satu teori awal dalam kimia yang digunakan untuk menjelaskan proses pembakaran dan oksidasi. Teori ini dikembangkan pada abad ke-17 dan ke-18 sebelum akhirnya digantikan oleh teori oksigen yang lebih modern. Menurut teori ini, setiap benda yang dapat terbakar mengandung zat yang disebut logiston, yang dilepaskan ke udara selama proses pembakaran.

Sejarah Perkembangan

Teori logiston pertama kali diperkenalkan oleh Johann Joachim Becher dan kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Georg Ernst Stahl. Mereka berpendapat bahwa logiston adalah zat tak kasat mata yang terkandung dalam semua benda yang mudah terbakar.

Mekanisme Pembakaran Menurut Logiston

Menurut teori ini, ketika suatu benda dibakar, logiston di dalamnya dilepaskan ke udara. Sisa benda pembakaran yang disebut "kalk" atau abu dianggap sebagai materi dasar yang telah kehilangan logiston.

Pengaruh dan Akhir Teori

Teori logiston mendominasi pemikiran ilmiah di Eropa selama lebih dari satu abad. Namun, teori ini akhirnya digantikan oleh teori oksigen setelah serangkaian eksperimen oleh Antoine Lavoisier yang membuktikan adanya peran oksigen dalam pembakaran.