Strategi Implementasi Belajar Tuntas
Agar Belajar Tuntas dapat diterapkan secara optimal, diperlukan strategi implementasi yang tepat di lingkungan sekolah. Strategi ini meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang terintegrasi.
Perencanaan Pembelajaran
Tahap perencanaan meliputi penetapan indikator pencapaian kompetensi, pengembangan perangkat pembelajaran, dan penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Guru harus memastikan perangkat pembelajaran mendukung terlaksananya Belajar Tuntas.
Pelaksanaan dan Monitoring
Pada tahap pelaksanaan, guru perlu menerapkan metode pembelajaran aktif dan melakukan evaluasi formatif secara berkala. Monitoring dilakukan untuk memastikan setiap siswa mendapatkan intervensi yang sesuai.
Evaluasi dan Tindak Lanjut
Hasil evaluasi menjadi dasar untuk melakukan remediasi atau pengayaan. Kerjasama antara guru, siswa, dan orang tua sangat penting agar proses Belajar Tuntas berjalan dengan baik.