Dalam dunia mikrobiologi, terdapat dua jenis toksin utama yang dihasilkan oleh bakteri: endotoksin dan eksotoksin. Keduanya memiliki karakteristik, mekanisme kerja, serta dampak yang berbeda pada tubuh inang. Memahami perbedaan antara endotoksin dan eksotoksin sangat penting dalam diagnosis dan terapi penyakit infeksi.

Sumber dan Cara Pelepasan

Endotoksin berasal dari dinding sel bakteri Gram-negatif dan dilepaskan saat bakteri mati atau mengalami lisis. Sebaliknya, eksotoksin diproduksi dan disekresikan secara aktif oleh bakteri hidup, baik Gram-negatif maupun Gram-positif.

Struktur dan Stabilitas

Endotoksin terdiri dari lipopolisakarida yang stabil terhadap panas, sedangkan eksotoksin umumnya berupa protein yang mudah rusak oleh panas. Hal ini mempengaruhi cara penanganan kontaminasi di lingkungan laboratorium maupun klinik.

Efek pada Tubuh

Eksotoksin biasanya menyebabkan penyakit spesifik seperti tetanus atau difteri, sementara endotoksin menyebabkan reaksi umum seperti demam, syok septik, dan peradangan sistemik. Perbedaan efek ini berkaitan erat dengan mekanisme kerja kedua toksin.