Dinamo dan alternator adalah dua perangkat yang sering digunakan untuk menghasilkan listrik, namun memiliki perbedaan mendasar dalam prinsip kerja dan aplikasinya. Pemahaman mengenai perbedaan ini penting dalam memilih perangkat yang sesuai untuk kebutuhan tertentu.

Prinsip Kerja

Dinamo pada umumnya menghasilkan arus searah (DC) dengan bantuan komutator, sedangkan alternator menghasilkan arus bolak-balik (AC) tanpa memerlukan komutator. Alternator lebih banyak digunakan dalam kendaraan modern dan pembangkit listrik.

Struktur dan Komponen

Perbedaan lain terletak pada struktur internalnya. Dinamo menggunakan sikat karbon dan komutator, sementara alternator menggunakan dioda untuk mengubah arus AC menjadi DC jika diperlukan.

Penggunaan di Berbagai Sektor

Dinamo biasanya digunakan pada aplikasi skala kecil seperti sepeda dan mainan, sedangkan alternator digunakan pada mobil, motor, dan pembangkit listrik skala besar.