Teori Belajar Sibernetik menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Siswa diharapkan mampu menerima, mengolah, dan menggunakan informasi yang diperoleh untuk mencapai tujuan belajar secara mandiri maupun kolaboratif.

Agen Pengolah Informasi

Dalam teori ini, siswa dipandang sebagai agen pengolah informasi yang memiliki kemampuan untuk memproses data yang masuk dari lingkungan. Mereka tidak hanya menerima secara pasif, tetapi juga melakukan interpretasi dan evaluasi terhadap informasi tersebut.

Menerima dan Menggunakan Umpan Balik

Siswa juga dituntut untuk mampu menerima dan merespons umpan balik yang diberikan oleh guru atau lingkungan belajar. Kemampuan untuk memanfaatkan umpan balik sangat penting untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar.

Pengembangan Kemandirian Belajar

Teori belajar sibernetik mendorong siswa untuk mengembangkan kemandirian belajar. Siswa diharapkan mampu mengidentifikasi kebutuhan belajar sendiri dan menggunakan sumber-sumber informasi yang tersedia secara efektif.