Teori Belajar Sibernetik merupakan salah satu pendekatan dalam bidang pendidikan yang menekankan proses belajar sebagai sistem informasi. Teori ini memandang manusia sebagai makhluk yang mampu menerima, mengolah, dan mentransmisikan informasi layaknya sistem komputer atau mesin sibernetik. Dalam konteks ini, belajar dipahami sebagai proses pengolahan informasi yang melibatkan input, proses, dan output.

Asal Usul Teori

Teori belajar sibernetik berkembang dari pemikiran tentang sibernetika yang diperkenalkan oleh Norbert Wiener pada pertengahan abad ke-20. Pendekatan ini mulai diterapkan dalam dunia pendidikan seiring berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi. Para ahli kemudian mengadaptasi prinsip-prinsip sibernetika untuk memahami proses belajar manusia.

Ciri Khas Teori Sibernetik

Ciri utama teori ini adalah penekanan pada proses internal dalam diri pembelajar, serta peran umpan balik (feedback) dalam proses belajar. Sibernetika menyoroti bahwa informasi yang diterima akan diproses melalui sistem kognitif, lalu menghasilkan respon yang sesuai.

Implikasi dalam Pendidikan

Dalam praktiknya, teori belajar sibernetik mendorong penggunaan media dan teknologi dalam pembelajaran. Guru berperan sebagai fasilitator yang menyediakan berbagai sumber dan umpan balik, sementara siswa diharapkan aktif mengolah informasi.