Franchising adalah suatu sistem distribusi barang dan jasa yang melibatkan hubungan kontraktual antara pemilik merek dagang atau sistem bisnis (franchisor) dengan pihak ketiga (franchisee) yang diberi hak untuk menjalankan bisnis dengan merek dan sistem yang sama. Model bisnis ini telah berkembang pesat di berbagai negara, termasuk di Indonesia yang kini menjadi salah satu pasar franchising terbesar di Asia Tenggara.

Sejarah Franchising

Konsep franchising telah ada sejak abad ke-19, bermula dari perkembangan industri di Amerika Serikat. Salah satu contoh awal adalah perjanjian antara produsen mesin jahit Singer dengan para distributor lokal. Seiring waktu, metode ini mulai digunakan oleh berbagai perusahaan makanan cepat saji dan ritel.

Komponen Utama Franchising

Sistem franchising terdiri dari dua pihak utama, yaitu franchisor dan franchisee. Franchisor menyediakan merek, sistem bisnis, pelatihan, serta dukungan operasional, sedangkan franchisee menyediakan modal dan menjalankan bisnis sesuai standar yang telah ditetapkan. Kedua belah pihak terikat dalam perjanjian franchise yang mengatur hak dan kewajiban masing-masing.

Keuntungan dan Tantangan Franchising

Beberapa keuntungan franchising antara lain adalah kesempatan memperoleh dukungan bisnis yang telah terbukti sukses dan pengenalan merek yang lebih mudah. Namun, franchisee juga menghadapi tantangan seperti keterbatasan inovasi dan ketergantungan terhadap kebijakan franchisor.