Penemuan Sinar Alfa
Penemuan sinar alfa merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah fisika nuklir. Sinar ini pertama kali diidentifikasi oleh Ernest Rutherford pada tahun 1899 saat ia meneliti radiasi yang dipancarkan oleh zat radioaktif. Rutherford membedakan jenis-jenis radiasi berdasarkan daya tembusnya dan menamakan radiasi dengan daya tembus terendah sebagai sinar alfa.
Percobaan Rutherford
Dalam percobaannya, Rutherford menggunakan medan listrik dan magnet untuk memisahkan tiga jenis radiasi dari bahan radioaktif, yaitu sinar alfa, sinar beta, dan sinar gamma. Sinar alfa diketahui bermuatan positif karena arahnya berubah di bawah pengaruh medan listrik dan magnet.
Pengaruh Penemuan Sinar Alfa
Penemuan sinar alfa membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut tentang struktur atom dan radioaktivitas. Rutherford kemudian menggunakan sinar alfa dalam eksperimen hamburan yang terkenal, yang membuktikan keberadaan inti atom. Hal ini menjadi dasar bagi perkembangan model atom modern.
Perkembangan Selanjutnya
Sejak penemuannya, penelitian tentang sinar alfa terus berkembang. Sinar alfa telah digunakan dalam berbagai aplikasi ilmiah, seperti dalam teknik radiografi dan pengukuran umur geologis lewat penanggalan radiometrik.