Koloni Perancis di Afrika memainkan peran penting dalam sejarah kolonialisme di benua tersebut. Sejak abad ke-19, Perancis mendirikan sejumlah koloni di Afrika Barat, Tengah, dan Utara sebagai bagian dari upaya memperluas pengaruh politik dan ekonomi. Hingga kini, bekas koloni Perancis di Afrika masih memiliki hubungan erat dengan negara induknya.

Wilayah Koloni Perancis di Afrika

Wilayah koloni Perancis meliputi Aljazair, Maroko, Tunisia, Senegal, Pantai Gading, dan banyak negara lain di Afrika Barat dan Tengah. Aljazair menjadi salah satu koloni terpenting dan sempat menjadi bagian integral dari Perancis hingga merdeka pada tahun 1962.

Kebijakan dan Dampak Kolonialisme

Pemerintah kolonial Perancis menerapkan kebijakan Assimilation dan Association, mengupayakan integrasi budaya dan pemerintahan di wilayah koloni. Namun, kebijakan ini seringkali menimbulkan ketegangan dan perlawanan dari penduduk asli. Eksploitasi sumber daya alam dan tenaga kerja juga menjadi karakteristik utama kolonialisme Perancis di Afrika.

Proses Kemerdekaan Koloni

Pada pertengahan abad ke-20, gerakan nasionalisme tumbuh kuat di Afrika. Negara-negara bekas koloni Perancis secara bertahap memperoleh kemerdekaan, namun hubungan ekonomi, politik, dan budaya dengan Perancis tetap terjaga melalui organisasi seperti Francophonie.