Jenis-Jenis Propulsi Roket
Propulsi roket terdiri dari berbagai jenis berdasarkan sumber energi dan cara menghasilkan dorongan. Klasifikasi ini sangat penting dalam menentukan aplikasi dan performa roket, baik untuk keperluan militer, penelitian, maupun peluncuran satelit. Setiap jenis propulsi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing terkait efisiensi, daya dorong, serta lingkungan operasinya.
Propulsi Roket Kimia
Propulsi roket kimia adalah yang paling umum digunakan, baik berbahan bakar padat maupun cair. Sistem ini memanfaatkan reaksi kimia antara bahan bakar roket dan oksidator untuk menghasilkan gas panas bertekanan tinggi yang kemudian dikeluarkan melalui nozel roket.
Propulsi Roket Listrik dan Nuklir
Selain roket kimia, terdapat juga propulsi roket listrik seperti roket ion dan roket nuklir. Roket listrik menggunakan energi listrik untuk mempercepat partikel bermuatan, sedangkan roket nuklir memanfaatkan reaksi fisi nuklir untuk menghasilkan panas dan dorongan. Kedua jenis ini menawarkan efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi, terutama untuk misi luar angkasa jauh.
Aplikasi dan Pengembangan
Pengembangan berbagai jenis propulsi roket memungkinkan eksplorasi ruang angkasa yang lebih luas dan efisien. Setiap sistem propulsi dipilih berdasarkan kebutuhan misi, seperti kecepatan, jangkauan, dan beban yang akan dibawa.