Gagal ginjal akut (GGA), yang juga dikenal sebagai cedera ginjal akut (AKI), adalah suatu kondisi medis serius yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang mendadak dan reversibel. Penurunan ini terjadi dalam hitungan jam hingga hari, menyebabkan penumpukan produk limbah dalam darah yang seharusnya disaring oleh ginjal. Akibatnya, terjadi ketidakseimbangan cairan, elektrolit, dan asam-basa dalam tubuh. Meskipun bersifat akut, GGA dapat memiliki konsekuensi jangka panjang yang signifikan, termasuk peningkatan risiko penyakit ginjal kronis (PGK) di kemudian hari.

Definisi dan Klasifikasi

Secara umum, GGA didefinisikan sebagai peningkatan kreatinin serum sebesar ≥0,3 mg/dL (≥26,5 µmol/L) dalam waktu 48 jam, atau peningkatan kreatinin serum hingga ≥1,5 kali nilai dasar yang diketahui atau diperkirakan dalam 7 hari terakhir, atau volume urin <0,5 mL/kg/jam selama 6 jam. Klasifikasi GGA sering kali didasarkan pada penyebabnya, yang dapat dibagi menjadi tiga kategori utama: pra-renal, intrinsik (atau renal), dan pasca-renal.

Penyebab Pra-Renal

Penyebab pra-renal merupakan bentuk GGA yang paling umum, mencakup sekitar 70% dari semua kasus. Kondisi ini terjadi ketika aliran darah ke ginjal berkurang secara signifikan, yang mengakibatkan penurunan perfusi ginjal. Penyebab umum meliputi:

  1. Dehidrasi berat akibat muntah, diare, atau perdarahan.
  2. Gagal jantung kongestif atau syok kardiogenik.
  3. Sepsis atau infeksi berat lainnya yang menyebabkan vasodilatasi sistemik.
  4. Penggunaan obat-obatan tertentu yang memengaruhi aliran darah ginjal, seperti inhibitor ACE atau antagonis reseptor angiotensin II pada pasien dengan stenosis arteri renalis bilateral, atau NSAID.
  5. Kehilangan cairan plasma yang masif, misalnya pada luka bakar luas.

Penyebab Intrinsik (Renal)

GGA intrinsik terjadi akibat kerusakan langsung pada struktur ginjal itu sendiri, seperti tubulus ginjal, glomerulus, atau interstisium. Kerusakan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk:

  1. Necrosis tubular akut (ATN), yang sering kali disebabkan oleh iskemia berkepanjangan (akibat penyebab pra-renal yang tidak tertangani) atau nefrotoksin (misalnya, aminoglikosida, agen kontras radiografi, logam berat).
  2. Glomerulonefritis akut, peradangan pada glomerulus yang dapat disebabkan oleh infeksi pasca-streptokokus, lupus eritematosus sistemik, atau vaskulitis.
  3. Nefritis interstisial akut, peradangan pada ruang interstisial ginjal, sering kali dipicu oleh reaksi alergi terhadap obat-obatan (seperti antibiotik tertentu, diuretik golongan tiazid).
  4. Sindrom hemolitik uremik (SHU) dan purpura trombositopenik trombotik (PTT).

Penyebab Pasca-Renal

Penyebab pasca-renal terjadi akibat obstruksi aliran urin dari ginjal ke kandung kemih. Obstruksi ini dapat terjadi di mana saja di sepanjang saluran kemih, mulai dari pelvis ginjal hingga uretra. Penyebabnya meliputi:

  1. Pembesaran prostat jinak (BPH) pada pria.
  2. Batu saluran kemih yang menyumbat ureter atau uretra.
  3. Tumor pada saluran kemih atau organ di sekitarnya yang menekan saluran kemih.
  4. Striktur atau penyempitan saluran kemih.
  5. Hematoma retroperitoneal yang menekan ureter.

Gejala dan Tanda

Gejala GGA bisa sangat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat, dan seringkali tidak spesifik. Beberapa pasien mungkin tidak menunjukkan gejala sama sekali, sementara yang lain mengalami:

  1. Penurunan jumlah urin (oliguria) atau bahkan tidak ada urin sama sekali (anuria).
  2. Edema atau pembengkakan, terutama pada kaki, pergelangan kaki, dan wajah.
  3. Kelelahan dan kelemahan.
  4. Mual dan muntah.
  5. Nyeri dada atau sesak napas (akibat penumpukan cairan di paru-paru).
  6. Perubahan status mental, seperti kebingungan atau kantuk.
  7. Kram otot, kejang, atau kedutan.

Diagnosis

Diagnosis GGA melibatkan kombinasi evaluasi riwayat medis, pemeriksaan fisik, dan berbagai tes laboratorium serta pencitraan.

  • Pemeriksaan Fisik: Dokter akan mencari tanda-tanda dehidrasi, kelebihan cairan, atau gejala lain yang mengarah pada penyebab tertentu.
  • Pemeriksaan Laboratorium:
    • Kreatinin Serum dan Laju Filtrasi Glomerulus (GFR) Estimasi: Peningkatan kreatinin serum dan penurunan GFR adalah indikator utama GGA.
    • Urin Analisis: Analisis urin dapat mendeteksi keberadaan protein, darah, atau sel-sel abnormal yang menunjukkan kerusakan ginjal. Rasio natrium urin dan osmolaritas urin dapat membantu membedakan antara GGA pra-renal dan intrinsik.
    • Elektrolit Serum: Ketidakseimbangan elektrolit seperti kalium, natrium, dan fosfat sering terjadi.
    • Gas Darah Arteri: Digunakan untuk menilai keseimbangan asam-basa, yang sering terganggu pada GGA (asidosis metabolik).
  • Pencitraan:
    • Ultrasonografi Ginjal: Merupakan pemeriksaan pencitraan pilihan untuk menyingkirkan penyebab pasca-renal akibat obstruksi, serta untuk mengevaluasi ukuran dan struktur ginjal. Ginjal yang mengecil dapat mengindikasikan penyakit ginjal kronis.
    • CT Scan atau MRI: Dapat digunakan dalam kasus-kasus tertentu untuk visualisasi yang lebih detail.

Penatalaksanaan

Tujuan utama penatalaksanaan GGA adalah mengidentifikasi dan mengatasi penyebab yang mendasari, memulihkan fungsi ginjal, serta mencegah komplikasi.

  1. Penanganan Penyebab: Jika GGA disebabkan oleh dehidrasi, pemberian cairan intravena sangat penting. Jika ada infeksi, antibiotik akan diberikan. Jika ada obstruksi, tindakan untuk melancarkan saluran kemih (misalnya, pemasangan kateter urin atau stent ureter) diperlukan.
  2. Manajemen Cairan dan Elektrolit: Pemantauan ketat terhadap keseimbangan cairan dan elektrolit sangat krusial. Pembatasan asupan cairan dan natrium mungkin diperlukan jika terjadi kelebihan cairan.
  3. Perbaikan Asidosis Metabolik: Pada kasus asidosis metabolik yang berat, pemberian natrium bikarbonat dapat dipertimbangkan.
  4. Terapi Nutrisi: Asupan protein mungkin perlu dibatasi untuk mengurangi beban kerja ginjal.
  5. Dialisis: Dialisis (cuci darah) mungkin diperlukan jika terjadi komplikasi yang mengancam jiwa, seperti hiperkalemia berat, edema paru, atau asidosis metabolik yang tidak terkontrol, atau jika fungsi ginjal tidak pulih.

Komplikasi

GGA dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, antara lain:

  1. Kelebihan cairan tubuh (hipervolemia) yang dapat menyebabkan edema paru dan gagal jantung.
  2. Ketidakseimbangan elektrolit, terutama hiperkalemia, yang dapat mengancam jiwa karena dapat menyebabkan aritmia jantung.
  3. Asidosis metabolik.
  4. Perikarditis (peradangan selaput jantung) akibat penumpukan produk limbah.
  5. Peningkatan risiko infeksi.
  6. Peningkatan risiko penyakit ginjal kronis (PGK) di masa depan.

Pencegahan

Meskipun tidak semua kasus GGA dapat dicegah, beberapa langkah dapat diambil untuk mengurangi risiko, terutama pada individu yang berisiko tinggi:

  1. Menjaga hidrasi yang cukup, terutama saat beraktivitas fisik berat atau dalam cuaca panas.
  2. Berhati-hati dalam penggunaan obat-obatan nefrotoksik, seperti NSAID dan beberapa antibiotik, dan konsultasikan dengan dokter mengenai dosis dan durasi penggunaan.
  3. Mengontrol penyakit kronis yang mendasari, seperti diabetes dan hipertensi, yang merupakan faktor risiko utama penyakit ginjal.
  4. Segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala yang mengarah pada dehidrasi berat atau tanda-tanda infeksi.

Prognosis

Prognosis GGA sangat bervariasi tergantung pada penyebab, tingkat keparahan, dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Pada pasien yang sehat dan penyebabnya dapat diatasi dengan cepat, fungsi ginjal sering kali dapat pulih sepenuhnya. Namun, pada pasien dengan penyakit penyerta yang berat atau GGA yang parah, pemulihan mungkin tidak lengkap, dan sebagian pasien dapat berkembang menjadi penyakit ginjal kronis tahap akhir yang memerlukan dialisis jangka panjang atau transplantasi ginjal.

Penelitian dan Perkembangan Terbaru

Penelitian terus berlanjut untuk memahami lebih baik patofisiologi GGA, mengidentifikasi biomarker untuk diagnosis dini, dan mengembangkan strategi pengobatan yang lebih efektif. Fokus penelitian mencakup pengembangan terapi regeneratif, penggunaan sel punca, serta strategi pencegahan dan penanganan komplikasi jangka panjang.

Kesimpulan

Gagal ginjal akut adalah kondisi serius yang memerlukan perhatian medis segera. Pemahaman yang baik tentang penyebab, gejala, diagnosis, dan penatalaksanaannya sangat penting untuk meningkatkan hasil pasien dan mencegah komplikasi yang lebih lanjut. Inter