Ekosistem Pegunungan dan Dataran Tinggi
Ekosistem pegunungan dan dataran tinggi memiliki keunikan tersendiri dibandingkan ekosistem lain. Dengan ketinggian yang bervariasi, wilayah ini menawarkan keragaman iklim, vegetasi, dan fauna yang berbeda di setiap zonanya. Pegunungan menjadi sumber air bagi daerah di sekitarnya serta habitat bagi flora dan fauna endemik.
Karakteristik Ekosistem Pegunungan
Ekosistem pegunungan dicirikan oleh suhu rendah, curah hujan tinggi, dan perbedaan vegetasi yang mencolok antara kaki gunung dan puncaknya. Tumbuhan khas seperti pinus, edelwais, dan lumut mendominasi vegetasi di ketinggian tertentu. Beberapa hewan endemik yang ditemukan di pegunungan antara lain anoa, elang jawa, dan berbagai spesies burung langka.
Peran Ekosistem Gunung
Pegunungan berperan sebagai kawasan tangkap air, penyedia sumber air bersih, dan pengatur iklim mikro. Selain itu, kawasan ini menjadi tujuan wisata alam dan penelitian ilmiah, serta sumber keanekaragaman genetik bagi tanaman dan hewan.
Ancaman dan Pelestarian
Ekosistem pegunungan menghadapi tekanan dari penebangan hutan, perambahan lahan, serta perubahan iklim. Pelestarian dilakukan melalui pembentukan kawasan cagar alam, reboisasi, dan pengelolaan ekowisata yang ramah lingkungan.