Mekanisme Kerja Antibiotik

Revisi sejak 30 Juli 2025 05.28 oleh Budi (bicara | kontrib) (Batch created by Azure OpenAI)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Antibiotik bekerja dengan cara menghambat atau membunuh bakteri melalui berbagai mekanisme. Setiap jenis antibiotik memiliki target spesifik dalam bakteri yang membuatnya efektif mengatasi infeksi tertentu. Pengetahuan tentang mekanisme kerja antibiotik penting untuk memilih terapi yang tepat dalam pengobatan infeksi bakteri.

Penghambatan Sintesis Dinding Sel

Beberapa antibiotik seperti penisilin dan sefalosporin bekerja dengan menghambat pembentukan dinding sel bakteri. Dinding sel sangat penting bagi kelangsungan hidup bakteri, sehingga penghambatan ini menyebabkan bakteri mati.

Gangguan Sintesis Protein

Antibiotik jenis aminoglikosida dan tetrasiklin menghambat proses sintesis protein pada bakteri. Karena protein sangat penting bagi pertumbuhan dan fungsi sel bakteri, penghambatan ini akan menghentikan perkembangan bakteri.

Penghambatan Sintesis Asam Nukleat

Antibiotik seperti fluorokuinolon dan rifampisin bekerja dengan menghambat sintesis DNA atau RNA bakteri. Hal ini mencegah replikasi dan transkripsi genetik, sehingga bakteri tidak dapat berkembang biak.