Oksidator dalam Reaksi Redoks

Revisi sejak 30 Juli 2025 05.04 oleh Budi (bicara | kontrib) (Batch created by Azure OpenAI)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Dalam reaksi redoks, oksidator memegang peranan penting sebagai agen yang menerima elektron dari zat lain. Proses ini menghasilkan perubahan bilangan oksidasi pada kedua zat yang terlibat. Reaksi redoks menjadi inti dari banyak proses kimia, baik di laboratorium maupun di alam.

Mekanisme Reaksi Redoks

Pada reaksi redoks, oksidator menyebabkan zat lain teroksidasi sementara dirinya sendiri mengalami reduksi. Contoh umum adalah reaksi antara besi dengan oksigen yang menghasilkan karat.

Identifikasi Oksidator dalam Reaksi

Oksidator dapat diidentifikasi dengan melihat perubahan bilangan oksidasi zat sebelum dan sesudah reaksi. Oksidator mengalami penurunan bilangan oksidasi, sedangkan reduktor meningkat.

Aplikasi Reaksi Redoks

Reaksi redoks dengan oksidator digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti baterai, korosi, dan proses pemurnian logam.