Lompat ke isi

Persesuaian Subjek dan Verba (Subject-Verb Agreement)

Dari Wiki Berbudi

Persesuaian Subjek dan Verba (Subject-Verb Agreement) adalah aturan tata bahasa mendasar yang mengatur hubungan antara subjek kalimat dan kata kerjanya. Inti dari aturan ini adalah bahwa subjek tunggal harus berpasangan dengan kata kerja tunggal, sementara subjek jamak harus berpasangan dengan kata kerja jamak. Pengabaian terhadap persesuaian ini dapat menghasilkan kalimat yang terdengar janggal, tidak gramatikal, dan membingungkan bagi pembaca. Memahami dan menerapkan aturan ini secara konsisten adalah kunci untuk menghasilkan tulisan yang jelas, efektif, dan profesional dalam bahasa Inggris, serta bahasa-bahasa lain yang memiliki sistem persesuaian serupa.

Definisi dan Prinsip Dasar

Prinsip utama persesuaian subjek dan verba adalah kesatuan (singular) dan kejamakan (plural). Subjek kalimat, yang merupakan pelaku atau pokok bahasan, menentukan bentuk kata kerja yang digunakan. Jika subjek adalah satu entitas atau individu, maka kata kerja yang mengikutinya harus dalam bentuk tunggal. Sebaliknya, jika subjek merujuk pada lebih dari satu entitas atau individu, maka kata kerja harus dalam bentuk jamak. Aturan ini berlaku untuk berbagai jenis kata kerja, termasuk kata kerja bantu (auxiliary verbs) dan kata kerja utama (main verbs).

Subjek Tunggal dan Verba Tunggal

Dalam kalimat dengan subjek tunggal, kata kerja biasanya memiliki akhiran 's' dalam present tense atau menggunakan bentuk dasar kata kerja dalam konteks tertentu. Misalnya, "The dog barks loudly." Di sini, "dog" adalah subjek tunggal, dan "barks" adalah kata kerja tunggal yang sesuai.

Subjek Jamak dan Verba Jamak

Ketika subjek bersifat jamak, kata kerja biasanya tidak memiliki akhiran 's' dalam present tense. Contohnya adalah "The dogs bark loudly." Kata "dogs" adalah subjek jamak, dan "bark" adalah kata kerja jamak yang sesuai.

Pengecualian dan Kasus Khusus

Meskipun prinsip dasarnya sederhana, persesuaian subjek dan verba memiliki beberapa pengecualian dan kasus khusus yang sering menimbulkan kebingungan. Memahami nuansa ini sangat penting untuk penguasaan tata bahasa yang baik.

Kata Ganti Tunggal yang Merujuk pada Jamak

Beberapa kata ganti, seperti "everyone," "everybody," "each," "either," "neither," "anyone," dan "anybody," meskipun secara makna merujuk pada banyak individu, secara tata bahasa dianggap tunggal dan memerlukan kata kerja tunggal. Contohnya: "Everyone is here."

Kata Ganti Jamak yang Merujuk pada Tunggal

Sebaliknya, kata ganti seperti "both," "few," "many," dan "several" selalu dianggap jamak dan membutuhkan kata kerja jamak. Contohnya: "Both are coming."

Kata Benda Kolektif

Kata benda kolektif seperti "team," "committee," "family," "government," dan "audience" dapat diperlakukan sebagai tunggal atau jamak tergantung pada konteksnya. Jika kelompok tersebut bertindak sebagai satu kesatuan, gunakan kata kerja tunggal. Jika individu dalam kelompok tersebut bertindak secara terpisah, gunakan kata kerja jamak.

  1. Contoh tunggal: "The team wins the championship."
  2. Contoh jamak: "The committee are debating the proposal."

Frasa Penghubung (Conjunctions)

Ketika dua subjek dihubungkan oleh "and," mereka biasanya dianggap jamak dan memerlukan kata kerja jamak. Contoh: "John and Mary are friends." Namun, jika kedua subjek merujuk pada satu ide atau entitas, kata kerja tunggal dapat digunakan. Contoh: "Bread and butter is my favorite breakfast."

Subjek yang Dihubungkan oleh "or" atau "nor"

Jika dua subjek dihubungkan oleh "or" atau "nor," kata kerja harus sesuai dengan subjek terdekatnya.

  1. Contoh: "Neither the students nor the teacher is ready."
  2. Contoh: "Neither the teacher nor the students are ready."

Struktur Kalimat yang Kompleks

Dalam kalimat dengan klausa relatif atau frasa preposisional yang menyela antara subjek dan kata kerja, penting untuk mengidentifikasi subjek yang sebenarnya dan memastikan kata kerja sesuai dengannya.

Kalimat yang Dimulai dengan "There is" atau "There are"

Dalam kalimat yang dimulai dengan "There is" atau "There are," subjek sebenarnya muncul setelah kata kerja. Oleh karena itu, kata kerja harus sesuai dengan subjek yang mengikutinya.

  1. Contoh: "There is a book on the table."
  2. Contoh: "There are many books on the table."

Penggunaan Kata "Each" dan "Every"

Kata "each" dan "every" selalu diikuti oleh kata benda tunggal dan memerlukan kata kerja tunggal, bahkan ketika diikuti oleh kata benda jamak yang dihubungkan dengan "and."

  1. Contoh: "Each boy and girl has a prize."

Frasa yang Mengandung "with," "along with," "as well as"

Frasa yang diperkenalkan oleh "with," "along with," "as well as," dan sejenisnya tidak memengaruhi jumlah subjek. Kata kerja harus sesuai dengan subjek utama.

  1. Contoh: "The manager, along with his employees, is attending the meeting."

Subjek yang Diukur dalam Satuan Tunggal

Bahkan jika subjek secara lahiriah tampak jamak, jika merujuk pada satu satuan pengukuran, waktu, atau jumlah, kata kerja tunggal digunakan.

  1. Contoh: "Ten miles is a long distance to walk."
  2. Contoh: "Two years has passed since then."

Pentingnya Persesuaian Subjek dan Verba

Penguasaan persesuaian subjek dan verba adalah elemen krusial dalam kompetensi linguistik. Ini tidak hanya menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang struktur bahasa, tetapi juga berkontribusi pada kejelasan dan efektivitas komunikasi tertulis. Kesalahan dalam persesuaian dapat mengalihkan perhatian pembaca dari isi pesan dan memberikan kesan kurangnya ketelitian.

Kesimpulan

Memahami dan menerapkan aturan persesuaian subjek dan verba adalah fondasi penting dalam tata bahasa. Dengan memperhatikan prinsip dasar dan mengenali berbagai kasus khusus serta pengecualian, penulis dapat menghasilkan tulisan yang akurat, profesional, dan mudah dipahami. Latihan dan perhatian terhadap detail adalah kunci untuk menguasai aspek tata bahasa yang fundamental ini.