Lompat ke isi

Gangguan pada Kelenjar Apokrin

Dari Wiki Berbudi
Revisi sejak 30 Juli 2025 10.34 oleh Budi (bicara | kontrib) (Batch created by Azure OpenAI)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Kelenjar apokrin rentan mengalami berbagai gangguan, baik yang bersifat fungsional maupun infeksius. Gangguan tersebut dapat mempengaruhi kesehatan kulit dan kualitas hidup penderita. Pengetahuan tentang gangguan kelenjar apokrin penting dalam dermatologi.

Infeksi dan Peradangan

Kondisi seperti hidradenitis suppurativa merupakan contoh gangguan inflamasi pada kelenjar apokrin yang menyebabkan nyeri dan luka kronis. Selain itu, abses dan infeksi bakteri juga dapat terjadi pada area yang kaya kelenjar apokrin.

Hiperaktivitas Kelenjar Apokrin

Hiperaktivitas atau produksi keringat berlebih oleh kelenjar apokrin dapat menyebabkan bromhidrosis, yaitu bau badan berlebih. Faktor hormonal dan genetik sering berperan dalam kondisi ini.

Penanganan dan Prognosis

Penanganan gangguan kelenjar apokrin meliputi terapi obat, pembedahan, hingga perubahan gaya hidup. Prognosis biasanya baik dengan penanganan yang tepat, namun pada beberapa kasus dapat menjadi kronis dan memerlukan perawatan jangka panjang.