Baris 29: Baris 29:
Dalam konteks kriptografi kunci publik (asimetris), autentikasi sering kali melibatkan verifikasi [[tanda tangan digital]]. Jika seorang pengguna ''A'' ingin membuktikan identitasnya kepada verifikator ''V'' menggunakan pesan ''m'', pengguna tersebut akan menghasilkan tanda tangan digital ''S'' menggunakan kunci privatnya ''d''. Verifikator kemudian menggunakan kunci publik ''e'' milik pengguna dan modulus ''n'' untuk memverifikasi keabsahan tanda tangan tersebut. Secara matematis, proses verifikasi dasar dalam algoritma [[RSA]] dapat dinyatakan dengan persamaan kongruensi berikut:
Dalam konteks kriptografi kunci publik (asimetris), autentikasi sering kali melibatkan verifikasi [[tanda tangan digital]]. Jika seorang pengguna ''A'' ingin membuktikan identitasnya kepada verifikator ''V'' menggunakan pesan ''m'', pengguna tersebut akan menghasilkan tanda tangan digital ''S'' menggunakan kunci privatnya ''d''. Verifikator kemudian menggunakan kunci publik ''e'' milik pengguna dan modulus ''n'' untuk memverifikasi keabsahan tanda tangan tersebut. Secara matematis, proses verifikasi dasar dalam algoritma [[RSA]] dapat dinyatakan dengan persamaan kongruensi berikut:


<math>
<math>m \equiv S^e \pmod{n}</math>
m S^e (mod n)
 
</math>


Jika hasil perhitungan tersebut cocok dengan pesan asli (atau ''hash'' dari pesan asli), maka autentikasi berhasil. Ini membuktikan bahwa pengirim memiliki akses ke kunci privat yang sesuai tanpa perlu mengungkapkan kunci privat tersebut kepada verifikator. Metode ini menjadi dasar bagi banyak standar keamanan modern, termasuk sertifikat [[SSL/TLS]] yang mengamankan lalu lintas web.
Jika hasil perhitungan tersebut cocok dengan pesan asli (atau ''hash'' dari pesan asli), maka autentikasi berhasil. Ini membuktikan bahwa pengirim memiliki akses ke kunci privat yang sesuai tanpa perlu mengungkapkan kunci privat tersebut kepada verifikator. Metode ini menjadi dasar bagi banyak standar keamanan modern, termasuk sertifikat [[SSL/TLS]] yang mengamankan lalu lintas web.