QRIS: Perbedaan antara revisi
Tidak ada ringkasan suntingan |
|||
| Baris 4: | Baris 4: | ||
Sebelum adanya QRIS, berbagai penyedia layanan pembayaran di Indonesia menggunakan standar kode QR yang berbeda-beda. Hal ini menyebabkan ketidakseragaman dan kurangnya interoperabilitas antarsistem pembayaran. Dengan adanya QRIS, semua penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP) diwajibkan untuk menggunakan standar yang sama, sehingga memudahkan [[pelanggan]] dan [[pedagang]] dalam melakukan transaksi. | Sebelum adanya QRIS, berbagai penyedia layanan pembayaran di Indonesia menggunakan standar kode QR yang berbeda-beda. Hal ini menyebabkan ketidakseragaman dan kurangnya interoperabilitas antarsistem pembayaran. Dengan adanya QRIS, semua penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP) diwajibkan untuk menggunakan standar yang sama, sehingga memudahkan [[pelanggan]] dan [[pedagang]] dalam melakukan transaksi. | ||
== Fitur Utama == | == Fitur Utama == | ||
QRIS memiliki beberapa fitur utama yang menjadikannya sebagai standar yang unggul dalam sistem pembayaran berbasis [[ | QRIS memiliki beberapa fitur utama yang menjadikannya sebagai standar yang unggul dalam sistem pembayaran berbasis [[kode QR]], antara lain: | ||
Interoperabilitas - QRIS memungkinkan semua transaksi menggunakan satu kode QR yang dapat dibaca oleh berbagai aplikasi pembayaran yang berbeda. | Interoperabilitas - QRIS memungkinkan semua transaksi menggunakan satu kode QR yang dapat dibaca oleh berbagai aplikasi pembayaran yang berbeda. | ||
Kecepatan dan Kemudahan - Pengguna hanya perlu memindai satu kode QR untuk melakukan pembayaran, yang meningkatkan efisiensi dan kenyamanan. | Kecepatan dan Kemudahan - Pengguna hanya perlu memindai satu kode QR untuk melakukan pembayaran, yang meningkatkan efisiensi dan kenyamanan. | ||