←Membuat halaman berisi ''''Web 2.0''' merujuk pada keadaan World Wide Web yang menonjolkan konten buatan pengguna (''user-generated content''), kegunaan (''usability''), dan interoperabilitas bagi pengguna akhir. Istilah ini pertama kali dipopulerkan oleh Tim O'Reilly dan Dale Dougherty pada konferensi O'Reilly Media Web 2.0 di akhir tahun 2004, meskipun istilah tersebut telah dicetuskan oleh Darcy DiNucci pada tahun 1999. Web 2.0 tidak mengacu pada pembaruan spesifikasi teknis...'
 
 
Baris 30: Baris 30:
Keberhasilan platform Web 2.0 sering kali dijelaskan melalui teori ekonomi jaringan, khususnya [[Hukum Metcalfe]]. Hukum ini menyatakan bahwa nilai dari sebuah jaringan telekomunikasi adalah sebanding dengan kuadrat dari jumlah pengguna yang terhubung pada sistem tersebut. Dalam konteks Web 2.0, ini menjelaskan mengapa platform media sosial yang memiliki basis pengguna besar menjadi sangat dominan dan sulit digeser oleh pesaing baru.
Keberhasilan platform Web 2.0 sering kali dijelaskan melalui teori ekonomi jaringan, khususnya [[Hukum Metcalfe]]. Hukum ini menyatakan bahwa nilai dari sebuah jaringan telekomunikasi adalah sebanding dengan kuadrat dari jumlah pengguna yang terhubung pada sistem tersebut. Dalam konteks Web 2.0, ini menjelaskan mengapa platform media sosial yang memiliki basis pengguna besar menjadi sangat dominan dan sulit digeser oleh pesaing baru.


Secara matematis, jika $n$ adalah jumlah pengguna dalam jaringan, maka nilai jaringan $V$ dapat direpresentasikan sebagai:
Secara matematis, jika ''n'' adalah jumlah pengguna dalam jaringan, maka nilai jaringan ''V'' dapat direpresentasikan sebagai:
<math xmlns="http://www.w3.org/1998/Math/MathML">
 
  <mi>V</mi>
:<math display="block">V \propto n^2</math>
  <mo>&#8733;</mo>
 
  <msup>
Meskipun ada kritik bahwa pertumbuhan nilai mungkin lebih mendekati <math>n \log n</math> (Hukum Odlyzko), prinsip dasarnya tetap relevan: utilitas layanan Web 2.0 meningkat secara eksponensial seiring dengan partisipasi pengguna. Ini menciptakan hambatan masuk yang tinggi bagi pemain baru dan mendorong konsolidasi pasar digital.
    <mi>n</mi>
    <mn>2</mn>
  </msup>
</math>
Meskipun ada kritik bahwa pertumbuhan nilai mungkin lebih mendekati $n \log n$ (Hukum Odlyzko), prinsip dasarnya tetap relevan: utilitas layanan Web 2.0 meningkat secara eksponensial seiring dengan partisipasi pengguna. Ini menciptakan hambatan masuk yang tinggi bagi pemain baru dan mendorong konsolidasi pasar digital.


Selain efek jaringan, Web 2.0 juga mempopulerkan model ekonomi ''The Long Tail'' yang dipaparkan oleh Chris Anderson. Dalam model ini, biaya distribusi dan penyimpanan digital yang rendah memungkinkan perusahaan seperti [[Amazon]] atau [[Netflix]] untuk mendapatkan keuntungan signifikan dengan menjual volume kecil dari banyak item yang sulit ditemukan (produk ''niche''), alih-alih hanya berfokus pada sejumlah kecil produk populer (''hits''). Web 2.0 menyediakan alat bagi permintaan dan penawaran ''niche'' ini untuk bertemu.
Selain efek jaringan, Web 2.0 juga mempopulerkan model ekonomi ''The Long Tail'' yang dipaparkan oleh Chris Anderson. Dalam model ini, biaya distribusi dan penyimpanan digital yang rendah memungkinkan perusahaan seperti [[Amazon]] atau [[Netflix]] untuk mendapatkan keuntungan signifikan dengan menjual volume kecil dari banyak item yang sulit ditemukan (produk ''niche''), alih-alih hanya berfokus pada sejumlah kecil produk populer (''hits''). Web 2.0 menyediakan alat bagi permintaan dan penawaran ''niche'' ini untuk bertemu.