Big Data dalam Pariwisata Digital: Perbedaan antara revisi
Batch created by Azure OpenAI |
k Text replacement - "keamanan siber" to "Keamanan Siber" |
||
| Baris 8: | Baris 8: | ||
== Tantangan Keamanan dan Privasi == | == Tantangan Keamanan dan Privasi == | ||
Pengelolaan big data harus memperhatikan aspek [[privasi]] dan [[ | Pengelolaan big data harus memperhatikan aspek [[privasi]] dan [[Keamanan Siber]]. Kebocoran data dan penyalahgunaan informasi menjadi isu yang harus diantisipasi oleh seluruh pemangku kepentingan. | ||
Revisi terkini sejak 8 Agustus 2025 02.31
Big data telah membawa perubahan signifikan dalam industri pariwisata digital. Dengan memanfaatkan analisis data berskala besar, pelaku pariwisata dapat memahami perilaku wisatawan dan mengoptimalkan layanan mereka.
Sumber dan Pengumpulan Data
Data diperoleh dari berbagai sumber, seperti transaksi OTA, media sosial, dan aplikasi mobile. Proses data mining digunakan untuk mengekstrak informasi penting dari data yang terkumpul.
Manfaat Big Data
Big data membantu dalam personalisasi layanan, prediksi tren wisata, dan pengambilan keputusan bisnis. Pemerintah juga dapat memanfaatkan data untuk perencanaan dan promosi destinasi wisata.
Tantangan Keamanan dan Privasi
Pengelolaan big data harus memperhatikan aspek privasi dan Keamanan Siber. Kebocoran data dan penyalahgunaan informasi menjadi isu yang harus diantisipasi oleh seluruh pemangku kepentingan.