Nuh: Perbedaan antara revisi
←Membuat halaman berisi ''''Nuh''' (bahasa Ibrani: Nöaḥ, bahasa Arab: Nuh, bahasa Inggris: ''Noah'') adalah tokoh utama dalam narasi banjir besar yang ditemukan dalam Al-Qur'an, Alkitab Ibrani, dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Ia dihormati sebagai nabi penting dalam agama-agama Abrahamik, termasuk Yudaisme, Kristen, dan Islam. Dalam tradisi-tradisi tersebut, Nuh digambarkan sebagai seorang patriark yang saleh yang dipilih oleh Tuh...' |
|||
| (2 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 10: | Baris 10: | ||
Dalam perspektif [[Islam]], Nuh (''Nuh 'alaihis salam'') adalah salah satu dari lima nabi ''Ulul Azmi'', yaitu nabi yang memiliki ketabahan luar biasa. Al-Qur'an menggambarkan Nuh berdakwah selama 950 tahun, menyerukan kaumnya untuk meninggalkan penyembahan berhala seperti [[Wadd]], Suwa', Yaghuts, Ya'uq, dan Nasr, serta kembali menyembah [[Allah]] semata. Berbeda dengan narasi Alkitab yang lebih fokus pada aspek genealogis dan teknis banjir, narasi Qur'ani lebih menekankan pada dialog teologis antara Nuh dan kaum ingkar, termasuk istri dan salah satu anaknya yang menolak untuk naik ke bahtera dan akhirnya tenggelam. | Dalam perspektif [[Islam]], Nuh (''Nuh 'alaihis salam'') adalah salah satu dari lima nabi ''Ulul Azmi'', yaitu nabi yang memiliki ketabahan luar biasa. Al-Qur'an menggambarkan Nuh berdakwah selama 950 tahun, menyerukan kaumnya untuk meninggalkan penyembahan berhala seperti [[Wadd]], Suwa', Yaghuts, Ya'uq, dan Nasr, serta kembali menyembah [[Allah]] semata. Berbeda dengan narasi Alkitab yang lebih fokus pada aspek genealogis dan teknis banjir, narasi Qur'ani lebih menekankan pada dialog teologis antara Nuh dan kaum ingkar, termasuk istri dan salah satu anaknya yang menolak untuk naik ke bahtera dan akhirnya tenggelam. | ||
== Banjir Besar dan Geologi == | == Banjir Besar dan Geologi == | ||
| Baris 34: | Baris 24: | ||
Klasifikasi ini, meskipun tidak sepenuhnya sejalan dengan linguistik atau genetika modern, merupakan cara masyarakat kuno memetakan hubungan antarbangsa dan keragaman etnis yang mereka kenal pada masa itu. | Klasifikasi ini, meskipun tidak sepenuhnya sejalan dengan linguistik atau genetika modern, merupakan cara masyarakat kuno memetakan hubungan antarbangsa dan keragaman etnis yang mereka kenal pada masa itu. | ||
== Studi Perbandingan Mitologi == | == Studi Perbandingan Mitologi == | ||
| Baris 48: | Baris 34: | ||
Selama berabad-abad, banyak ekspedisi telah dilakukan untuk menemukan sisa-sisa fisik Bahtera Nuh, sebuah upaya yang dikenal sebagai ''arkeologi bahtera''. Situs yang paling populer adalah anomali [[Durupinar]], sebuah formasi geologis di dekat Gunung Ararat yang menyerupai bentuk lambung kapal raksasa. Meskipun foto udara dan pemindaian radar tanah (GPR) telah dilakukan, konsensus ilmiah geologi arus utama menyatakan bahwa formasi tersebut adalah fenomena alam (lipatan sinklinal) dan bukan struktur buatan manusia. Sampai saat ini, belum ada bukti arkeologis definitif yang telah diverifikasi secara akademis mengenai keberadaan fisik bahtera tersebut. | Selama berabad-abad, banyak ekspedisi telah dilakukan untuk menemukan sisa-sisa fisik Bahtera Nuh, sebuah upaya yang dikenal sebagai ''arkeologi bahtera''. Situs yang paling populer adalah anomali [[Durupinar]], sebuah formasi geologis di dekat Gunung Ararat yang menyerupai bentuk lambung kapal raksasa. Meskipun foto udara dan pemindaian radar tanah (GPR) telah dilakukan, konsensus ilmiah geologi arus utama menyatakan bahwa formasi tersebut adalah fenomena alam (lipatan sinklinal) dan bukan struktur buatan manusia. Sampai saat ini, belum ada bukti arkeologis definitif yang telah diverifikasi secara akademis mengenai keberadaan fisik bahtera tersebut. | ||