<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Wayang_Golek</id>
	<title>Wayang Golek - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Wayang_Golek"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Wayang_Golek&amp;action=history"/>
	<updated>2026-04-22T00:10:45Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.0</generator>
	<entry>
		<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Wayang_Golek&amp;diff=17780&amp;oldid=prev</id>
		<title>Budi: Batch created by Azure OpenAI</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Wayang_Golek&amp;diff=17780&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2025-08-01T22:47:29Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Batch created by Azure OpenAI&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Wayang Golek adalah seni pertunjukan boneka kayu tradisional yang berkembang di kalangan masyarakat [[Sunda]], terutama di wilayah [[Jawa Barat]]. Pertunjukan ini menjadi salah satu warisan budaya yang sangat berharga dan masih digemari hingga kini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah dan Perkembangan ==&lt;br /&gt;
Wayang Golek diperkirakan mulai berkembang pada abad ke-17, sebagai adaptasi dari [[Wayang Kulit]] yang sebelumnya populer di [[Jawa Tengah]] dan [[Jawa Timur]]. Cerita yang diangkat umumnya berasal dari [[epos Ramayana]] dan [[Mahabharata]], serta kisah-kisah lokal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Tokoh dan Cerita ==&lt;br /&gt;
Pertunjukan Wayang Golek menampilkan berbagai tokoh seperti [[Cepot]], [[Dewi Srikandi]], dan [[Semar]]. Dalang atau pencerita memainkan peran penting dalam menghidupkan karakter, menyisipkan pesan moral, dan menghibur penonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pelestarian dan Inovasi ==&lt;br /&gt;
Wayang Golek terus mengalami perkembangan, baik dari segi cerita maupun bentuk pertunjukan. Upaya pelestarian dilakukan melalui festival, pendidikan seni, dan kolaborasi dengan seniman modern, sehingga seni ini tetap relevan di era globalisasi.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Budi</name></author>
	</entry>
</feed>