<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Virion_dan_Sistem_Imun</id>
	<title>Virion dan Sistem Imun - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Virion_dan_Sistem_Imun"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Virion_dan_Sistem_Imun&amp;action=history"/>
	<updated>2026-04-21T18:07:52Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.0</generator>
	<entry>
		<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Virion_dan_Sistem_Imun&amp;diff=7065&amp;oldid=prev</id>
		<title>Budi: Batch created by Azure OpenAI</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Virion_dan_Sistem_Imun&amp;diff=7065&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2025-07-26T22:16:54Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Batch created by Azure OpenAI&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Sistem imun inang memiliki peran penting dalam mengenali dan melawan infeksi virion. Virion yang masuk ke dalam tubuh akan memicu respons imun bawaan dan adaptif untuk mengeliminasi virus sebelum menyebabkan kerusakan lebih lanjut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Respon Imun Bawaan ==&lt;br /&gt;
Setelah virion masuk ke dalam tubuh, sel-sel imun seperti [[makrofag]] dan [[sel dendritik]] akan mengenali komponen virion melalui reseptor khusus. Proses ini memicu pelepasan [[sitokin]] yang merangsang aktivitas sistem imun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Respon Imun Adaptif ==&lt;br /&gt;
Pada tahap berikutnya, limfosit B dan T akan mengenali antigen pada permukaan virion dan menghasilkan [[antibodi]] spesifik. Antibodi ini dapat menetralkan virion dan mencegah infeksi lebih lanjut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Evasion Imun oleh Virion ==&lt;br /&gt;
Beberapa virion telah mengembangkan mekanisme untuk menghindari deteksi oleh sistem imun, seperti mutasi pada gen antigen atau penyamaran dengan protein inang. Hal ini membuat pengembangan [[vaksin]] menjadi tantangan tersendiri.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Budi</name></author>
	</entry>
</feed>