<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Tiroksin</id>
	<title>Tiroksin - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Tiroksin"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Tiroksin&amp;action=history"/>
	<updated>2026-04-19T23:30:09Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.0</generator>
	<entry>
		<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Tiroksin&amp;diff=20357&amp;oldid=prev</id>
		<title>Budi: ←Membuat halaman berisi &#039;&#039;&#039;&#039;Tiroksin&#039;&#039;&#039; adalah hormon utama yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid pada manusia dan vertebrata lainnya. Hormon ini, yang juga dikenal sebagai &#039;&#039;&#039;T4&#039;&#039;&#039; (karena memiliki empat atom yodium), berperan penting dalam mengatur metabolisme tubuh, pertumbuhan, dan perkembangan. Tiroksin disintesis dari asam amino tirosin dan yodium melalui proses yang kompleks di dalam kelenjar tiroid, lalu dilepaskan ke dalam peredaran darah untuk didistribusikan...&#039;</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Tiroksin&amp;diff=20357&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2025-09-20T10:40:26Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;←Membuat halaman berisi &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Tiroksin&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah hormon utama yang dihasilkan oleh &lt;a href=&quot;/wiki/index.php/Kelenjar_tiroid&quot; title=&quot;Kelenjar tiroid&quot;&gt;kelenjar tiroid&lt;/a&gt; pada manusia dan vertebrata lainnya. Hormon ini, yang juga dikenal sebagai &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;T4&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (karena memiliki empat atom &lt;a href=&quot;/wiki/index.php?title=Yodium&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1&quot; class=&quot;new&quot; title=&quot;Yodium (halaman belum tersedia)&quot;&gt;yodium&lt;/a&gt;), berperan penting dalam mengatur &lt;a href=&quot;/wiki/index.php/Metabolisme&quot; title=&quot;Metabolisme&quot;&gt;metabolisme&lt;/a&gt; tubuh, pertumbuhan, dan perkembangan. Tiroksin disintesis dari asam amino &lt;a href=&quot;/wiki/index.php/Tirosin&quot; title=&quot;Tirosin&quot;&gt;tirosin&lt;/a&gt; dan yodium melalui proses yang kompleks di dalam kelenjar tiroid, lalu dilepaskan ke dalam &lt;a href=&quot;/wiki/index.php?title=Peredaran_darah&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1&quot; class=&quot;new&quot; title=&quot;Peredaran darah (halaman belum tersedia)&quot;&gt;peredaran darah&lt;/a&gt; untuk didistribusikan...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Tiroksin&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah hormon utama yang dihasilkan oleh [[kelenjar tiroid]] pada manusia dan vertebrata lainnya. Hormon ini, yang juga dikenal sebagai &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;T4&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (karena memiliki empat atom [[yodium]]), berperan penting dalam mengatur [[metabolisme]] tubuh, pertumbuhan, dan perkembangan. Tiroksin disintesis dari asam amino [[tirosin]] dan yodium melalui proses yang kompleks di dalam kelenjar tiroid, lalu dilepaskan ke dalam [[peredaran darah]] untuk didistribusikan ke seluruh tubuh. Fungsi dan kadar tiroksin yang tepat sangat penting bagi kesehatan, karena kekurangan atau kelebihan hormon ini dapat menyebabkan berbagai gangguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Struktur dan Sifat Kimia ==&lt;br /&gt;
Tiroksin merupakan turunan dari asam amino [[tirosin]] dan termasuk dalam kelompok hormon tiroid bersama [[triiodotironin]] (T3). Molekul tiroksin memiliki struktur yang mengandung empat atom yodium yang terikat pada inti fenolik. Bentuk alami tiroksin dalam tubuh adalah L-tiroksin, sedangkan bentuk sintetisnya sering digunakan sebagai obat untuk terapi gangguan tiroid. Dalam sirkulasi darah, sebagian besar tiroksin terikat pada protein pengikat hormon tiroid seperti [[thyroxine-binding globulin]] (TBG), [[transtiretina]], dan albumin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Fungsi Fisiologis ==&lt;br /&gt;
Tiroksin memiliki peran penting dalam mengatur berbagai proses fisiologis, termasuk:&lt;br /&gt;
# Meningkatkan laju [[metabolisme basal]].&lt;br /&gt;
# Mengatur [[pertumbuhan]] dan [[perkembangan]] jaringan, khususnya pada sistem saraf pusat.&lt;br /&gt;
# Mengatur penggunaan [[lemak]], [[karbohidrat]], dan [[protein]] sebagai sumber energi.&lt;br /&gt;
# Memengaruhi [[detak jantung]], tekanan darah, dan suhu tubuh.&lt;br /&gt;
# Mendukung fungsi [[sistem saraf]] dan [[sistem endokrin]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Regulasi Produksi ==&lt;br /&gt;
Produksi tiroksin diatur oleh [[hormon perangsang tiroid]] (TSH) yang disekresikan oleh [[kelenjar pituitari]] anterior. Sekresi TSH sendiri dipengaruhi oleh [[thyrotropin-releasing hormone]] (TRH) yang dilepaskan oleh [[hipotalamus]]. Sistem ini bekerja melalui mekanisme [[umpan balik negatif]] di mana kadar T4 dan T3 yang tinggi akan menghambat pelepasan TRH dan TSH. Gangguan pada salah satu komponen sistem ini dapat menyebabkan kelainan kadar tiroksin dalam darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Gangguan Terkait ==&lt;br /&gt;
Kelainan kadar tiroksin dapat dibagi menjadi dua kategori utama:&lt;br /&gt;
# [[Hipotiroidisme]]: kondisi di mana kadar tiroksin rendah, dapat menyebabkan kelelahan, kenaikan berat badan, dan depresi.&lt;br /&gt;
# [[Hipertiroidisme]]: kondisi di mana kadar tiroksin berlebihan, dapat menimbulkan gejala seperti penurunan berat badan, [[takikardia]], dan kegelisahan.&lt;br /&gt;
Kedua kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor termasuk penyakit [[autoimun]], defisiensi yodium, atau kelainan pada kelenjar tiroid itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Peran dalam Perkembangan ==&lt;br /&gt;
Tiroksin sangat penting selama masa [[kehamilan]] dan [[masa kanak-kanak]] karena berperan dalam perkembangan [[otak]] dan [[sistem saraf]]. Kekurangan hormon ini pada janin atau bayi baru lahir dapat menyebabkan [[kretinisme]], yaitu gangguan pertumbuhan fisik dan mental yang permanen. Oleh karena itu, deteksi dini melalui skrining neonatal sangat dianjurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sintesis dan Pelepasan ==&lt;br /&gt;
Proses sintesis tiroksin dimulai dengan penyerapan ion yodium oleh sel folikel tiroid melalui mekanisme [[pompa natrium-kalium]] dan [[simport natrium-yodium]]. Yodium kemudian dioksidasi dan berikatan dengan residu tirosin pada [[tireoglobulin]] untuk membentuk monoiodotirosin (MIT) dan diiodotirosin (DIT). Penggabungan dua molekul DIT membentuk tiroksin, yang kemudian disimpan di dalam koloid folikel sebelum dilepaskan ke dalam darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Transportasi dalam Darah ==&lt;br /&gt;
Setelah dilepaskan, tiroksin sebagian besar berikatan dengan protein plasma seperti TBG, transtiretina, dan albumin. Hanya sebagian kecil tiroksin yang berada dalam bentuk bebas (free T4), yang aktif secara biologis dan dapat masuk ke dalam sel untuk menjalankan fungsinya. Pengukuran kadar free T4 dalam darah sering digunakan dalam diagnosis gangguan tiroid.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Konversi menjadi T3 ==&lt;br /&gt;
Sebagian besar efek fisiologis hormon tiroid sebenarnya dimediasi oleh T3, yang lebih aktif secara biologis dibandingkan T4. Di dalam jaringan, tiroksin dapat diubah menjadi T3 melalui aksi enzim [[dejodinase]]. Proses konversi ini penting untuk mengatur aktivitas hormon tiroid sesuai kebutuhan tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penggunaan Klinis ==&lt;br /&gt;
Tiroksin sintetis digunakan secara luas dalam pengobatan hipotiroidisme. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet yang dikonsumsi secara oral, dengan dosis yang disesuaikan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium. Pemantauan kadar TSH dan free T4 dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitas terapi dan mencegah efek samping akibat dosis yang tidak tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Efek Samping dan Risiko ==&lt;br /&gt;
Penggunaan tiroksin dalam dosis berlebihan dapat menyebabkan gejala hipertiroidisme seperti [[palpitasi]], tremor, insomnia, dan penurunan berat badan yang tidak diinginkan. Sebaliknya, dosis yang terlalu rendah tidak akan mengatasi gejala hipotiroidisme. Oleh karena itu, pengaturan dosis yang hati-hati sangat penting dalam terapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penelitian dan Arah Masa Depan ==&lt;br /&gt;
Penelitian terkini difokuskan pada pemahaman lebih lanjut mengenai regulasi ekspresi gen yang dipengaruhi oleh hormon tiroid, serta pengembangan obat baru yang dapat meniru atau memodulasi efek tiroksin. Selain itu, studi juga mengeksplorasi hubungan antara kadar tiroksin dengan penyakit [[kardiovaskular]], [[osteoporosis]], dan gangguan metabolik lainnya. Pemahaman yang lebih baik diharapkan dapat meningkatkan strategi pencegahan dan pengobatan untuk berbagai penyakit terkait tiroid.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Budi</name></author>
	</entry>
</feed>