<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Teori_Humanistik_dalam_Pendidikan</id>
	<title>Teori Humanistik dalam Pendidikan - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Teori_Humanistik_dalam_Pendidikan"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Teori_Humanistik_dalam_Pendidikan&amp;action=history"/>
	<updated>2026-05-23T02:32:35Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.0</generator>
	<entry>
		<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Teori_Humanistik_dalam_Pendidikan&amp;diff=12365&amp;oldid=prev</id>
		<title>Budi: Batch created by Azure OpenAI</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Teori_Humanistik_dalam_Pendidikan&amp;diff=12365&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2025-07-29T22:12:03Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Batch created by Azure OpenAI&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Teori humanistik merupakan salah satu pendekatan dalam [[teori pendidikan]] yang menekankan pentingnya pengembangan diri, kebebasan, dan potensi individu. Teori ini menempatkan siswa sebagai pusat dalam proses pembelajaran dan menghargai keunikan setiap individu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Tokoh-Tokoh Humanistik ==&lt;br /&gt;
Pendekatan humanistik dikembangkan oleh tokoh-tokoh seperti [[Abraham Maslow]] dengan [[hierarki kebutuhan]], dan [[Carl Rogers]] dengan konsep [[pembelajaran berpusat pada siswa]]. Mereka percaya bahwa motivasi intrinsik dan aktualisasi diri adalah kunci keberhasilan belajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Ciri-Ciri Pendekatan Humanistik ==&lt;br /&gt;
Ciri utama pendekatan ini adalah penghargaan terhadap perasaan, emosi, dan pengalaman subjektif siswa. Pembelajaran diarahkan pada pencapaian kebutuhan dasar, rasa aman, dan harga diri sebelum menuju ke aktualisasi diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Implikasi dalam Pendidikan ==&lt;br /&gt;
Guru berperan sebagai fasilitator yang menciptakan lingkungan belajar yang suportif dan terbuka. Evaluasi bukan hanya pada aspek kognitif, tetapi juga perkembangan emosi dan sosial siswa. Pendekatan ini banyak digunakan dalam [[bimbingan dan konseling]] serta pendidikan karakter.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Budi</name></author>
	</entry>
</feed>