<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Tasmanian_Devil</id>
	<title>Tasmanian Devil - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Tasmanian_Devil"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Tasmanian_Devil&amp;action=history"/>
	<updated>2026-05-23T13:59:01Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.0</generator>
	<entry>
		<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Tasmanian_Devil&amp;diff=6324&amp;oldid=prev</id>
		<title>Budi: Batch created by Azure OpenAI</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Tasmanian_Devil&amp;diff=6324&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2025-07-26T21:12:02Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Batch created by Azure OpenAI&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Tasmanian devil adalah [[marsupialia]] karnivora terbesar yang saat ini masih bertahan dan endemik di [[Pulau Tasmania]], [[Australia]]. Hewan ini terkenal karena suara raungannya yang keras dan perilaku makan yang agresif. Tasmanian devil menjadi simbol fauna Tasmania dan menarik perhatian dunia dalam upaya konservasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Ciri-ciri dan Gaya Hidup ==&lt;br /&gt;
Tasmanian devil memiliki tubuh kekar, bulu hitam, dan rahang kuat yang mampu menghancurkan tulang. Mereka aktif di malam hari, mencari makan secara soliter, dan sangat teritorial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Makanan dan Reproduksi ==&lt;br /&gt;
Hewan ini adalah [[pemakan bangkai]] utama di Tasmania, membantu menjaga kebersihan lingkungan. Reproduksi terjadi setahun sekali, dan betina melahirkan beberapa anak, namun hanya sedikit yang bertahan hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Status Konservasi ==&lt;br /&gt;
Populasi tasmanian devil menurun drastis akibat penyakit [[tumor wajah transmissible]], tabrakan kendaraan, dan persaingan dengan spesies lain. Berbagai program konservasi telah dilakukan untuk menyelamatkan spesies ini dari kepunahan.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Budi</name></author>
	</entry>
</feed>