<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Sejarah_Pengembangan_Angka_Oktan</id>
	<title>Sejarah Pengembangan Angka Oktan - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Sejarah_Pengembangan_Angka_Oktan"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Sejarah_Pengembangan_Angka_Oktan&amp;action=history"/>
	<updated>2026-05-23T08:13:05Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.0</generator>
	<entry>
		<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Sejarah_Pengembangan_Angka_Oktan&amp;diff=12892&amp;oldid=prev</id>
		<title>Budi: Batch created by Azure OpenAI</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Sejarah_Pengembangan_Angka_Oktan&amp;diff=12892&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2025-07-29T23:11:05Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Batch created by Azure OpenAI&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Konsep angka oktan dikembangkan pada awal abad ke-20 untuk mengatasi masalah knocking yang sering terjadi pada mesin [[pembakaran dalam]]. Perkembangan teknologi mesin dan bahan bakar mendorong kebutuhan akan metode standar untuk mengukur kualitas bensin berdasarkan kemampuannya menahan pembakaran spontan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penemuan dan Standarisasi ==&lt;br /&gt;
Penentuan angka oktan pertama kali dilakukan oleh [[Graham Edgar]] pada tahun 1920-an. Ia menggunakan isooktan dan n-heptana sebagai standar untuk skala angka oktan. Metode ini kemudian diadopsi secara luas di seluruh dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Dampak pada Industri Otomotif ==&lt;br /&gt;
Dengan adanya angka oktan, produsen kendaraan dapat merancang mesin dengan rasio kompresi yang lebih tinggi, meningkatkan efisiensi, dan performa kendaraan. Standarisasi angka oktan juga mendorong inovasi dalam formulasi [[bensin]] dan aditif bahan bakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Implikasi Lingkungan dan Regulasi ==&lt;br /&gt;
Seiring berkembangnya kesadaran lingkungan, pengembangan angka oktan juga diikuti dengan regulasi penggunaan aditif yang ramah lingkungan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi emisi zat berbahaya seperti [[timbal]] dan mendorong penggunaan bahan bakar alternatif yang lebih bersih.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Budi</name></author>
	</entry>
</feed>