<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Sejarah_Penemuan_Cholecystokinin</id>
	<title>Sejarah Penemuan Cholecystokinin - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Sejarah_Penemuan_Cholecystokinin"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Sejarah_Penemuan_Cholecystokinin&amp;action=history"/>
	<updated>2026-04-24T10:50:15Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.0</generator>
	<entry>
		<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Sejarah_Penemuan_Cholecystokinin&amp;diff=14515&amp;oldid=prev</id>
		<title>Budi: Batch created by Azure OpenAI</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Sejarah_Penemuan_Cholecystokinin&amp;diff=14515&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2025-07-30T10:40:27Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Batch created by Azure OpenAI&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Cholecystokinin (CCK) pertama kali diidentifikasi pada awal abad ke-20 sebagai hormon yang berperan dalam kontraksi kandung empedu. Penemuan ini merupakan tonggak penting dalam bidang [[endokrinologi]] karena membuka wawasan tentang mekanisme hormonal dalam pencernaan. Sejak saat itu, penelitian mengenai CCK terus berkembang dan memperluas pemahaman tentang fungsi fisiologisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penemuan Awal ==&lt;br /&gt;
CCK pertama kali diisolasi oleh Ivy dan Oldberg pada tahun 1928. Mereka menemukan bahwa ekstrak usus dapat menyebabkan kontraksi kandung empedu pada hewan percobaan, yang kemudian dinamai cholecystokinin berasal dari bahasa Yunani yang berarti &amp;#039;penggerak kantong empedu&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Perkembangan Penelitian ==&lt;br /&gt;
Pada dekade berikutnya, para ilmuwan berhasil mengidentifikasi struktur kimia CCK dan mengungkap berbagai varian isoformnya. Penelitian juga memperlihatkan bahwa CCK tidak hanya berperan pada kandung empedu, tetapi juga pada pankreas dan sistem saraf pusat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kontribusi pada Ilmu Kedokteran ==&lt;br /&gt;
Penemuan CCK memberikan kontribusi besar dalam pengembangan terapi untuk [[gangguan pencernaan]] dan pengelolaan [[nutrisi]]. Studi tentang CCK juga membuka peluang baru dalam riset hormon dan neuropeptida lainnya.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Budi</name></author>
	</entry>
</feed>