<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Sejarah_Konglomerat_di_Indonesia</id>
	<title>Sejarah Konglomerat di Indonesia - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Sejarah_Konglomerat_di_Indonesia"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Sejarah_Konglomerat_di_Indonesia&amp;action=history"/>
	<updated>2026-04-19T20:30:57Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.0</generator>
	<entry>
		<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Sejarah_Konglomerat_di_Indonesia&amp;diff=2991&amp;oldid=prev</id>
		<title>Budi: Batch created by Azure OpenAI</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Sejarah_Konglomerat_di_Indonesia&amp;diff=2991&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2025-07-26T01:40:10Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Batch created by Azure OpenAI&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Konglomerat di Indonesia mulai berkembang pesat sejak era [[Orde Baru]], ketika pemerintah membuka peluang bagi pengusaha untuk mengembangkan usaha di berbagai sektor. Kebijakan ekonomi yang pro-bisnis dan adanya dukungan dari pemerintah membuat banyak pengusaha sukses membentuk konglomerasi besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Awal Mula Perkembangan ==&lt;br /&gt;
Pada awalnya, konglomerat di Indonesia banyak bergerak di sektor [[perdagangan]], [[pertanian]], dan [[industri ringan]]. Seiring waktu, mereka mulai merambah ke sektor [[perbankan]], [[media]], dan [[properti]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Era Orde Baru ==&lt;br /&gt;
Pada masa pemerintahan Presiden [[Soeharto]], beberapa konglomerat mendapatkan kemudahan akses permodalan dan konsesi usaha. Hal ini membuat nama-nama seperti [[Sudirman Said]], [[Liem Sioe Liong]], dan [[Eka Tjipta Widjaja]] menjadi terkenal sebagai raja bisnis Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Krisis 1998 dan Restrukturisasi ==&lt;br /&gt;
Krisis ekonomi 1998 membawa dampak besar bagi konglomerat di Indonesia. Banyak perusahaan besar yang terpuruk, namun beberapa berhasil bertahan dan melakukan restrukturisasi bisnis. Sampai kini, konglomerat tetap memegang peranan penting dalam perekonomian nasional.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Budi</name></author>
	</entry>
</feed>