<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Rekayasa_Sosial</id>
	<title>Rekayasa Sosial - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Rekayasa_Sosial"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Rekayasa_Sosial&amp;action=history"/>
	<updated>2026-05-25T23:57:55Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.0</generator>
	<entry>
		<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Rekayasa_Sosial&amp;diff=8626&amp;oldid=prev</id>
		<title>Budi: Batch created by Azure OpenAI</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Rekayasa_Sosial&amp;diff=8626&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2025-07-27T02:43:08Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Batch created by Azure OpenAI&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Rekayasa sosial adalah serangkaian upaya terencana untuk mengubah struktur, nilai, atau perilaku masyarakat secara sistematis. Istilah ini banyak digunakan dalam bidang [[sosiologi]] dan [[ilmu politik]] untuk menggambarkan kebijakan atau program yang dirancang untuk menghasilkan perubahan sosial tertentu. Rekayasa sosial dapat dilakukan oleh negara, organisasi, maupun individu yang memiliki pengaruh besar di masyarakat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Definisi dan Ruang Lingkup ==&lt;br /&gt;
Rekayasa sosial mencakup berbagai tindakan yang bertujuan untuk membentuk ulang pola hubungan sosial, norma, dan nilai dalam masyarakat. Upaya ini dapat bersifat top-down, seperti kebijakan pemerintah, maupun bottom-up, seperti gerakan sosial. Konsep ini sering kali dikaitkan dengan perubahan sosial yang bersifat besar-besaran dan terorganisir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah dan Perkembangan ==&lt;br /&gt;
Konsep rekayasa sosial mulai dikenal luas pada awal abad ke-20, seiring dengan perkembangan [[modernisasi]] dan ilmu sosial. Banyak pemerintah menggunakan rekayasa sosial untuk membentuk identitas nasional atau mengatasi masalah sosial tertentu. Namun, rekayasa sosial juga menuai kritik karena berisiko menimbulkan konflik dan pelanggaran hak asasi manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Contoh Implementasi ==&lt;br /&gt;
Beberapa contoh rekayasa sosial antara lain program [[revolusi kebudayaan]] di Tiongkok, politik [[apartheid]] di Afrika Selatan, serta program transmigrasi di Indonesia. Setiap contoh menunjukkan bagaimana upaya sistematis dapat membawa dampak besar bagi masyarakat, baik positif maupun negatif.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Budi</name></author>
	</entry>
</feed>